Sir Alex Ferguson dan Pemenang Ballon d'Or yang Tak Membekas di Hatinya
Manchester - Sir Alex Ferguson punya standarnya sendiri. Selama 26 tahun memimpin Manchester United, pria legendaris itu lebih sering bicara soal kerja tim ketimbang kehebatan individu. Tapi, sebagai pelatih yang sudah melihat segalanya, ia punya pendapat pribadi tentang para pemain bintang. Salah satunya soal pemenang Ballon d’Or.
Hanya satu pemainnya yang pernah meraih penghargaan individu tertinggi itu: Cristiano Ronaldo, di tahun 2008. Saat itu, Ronaldo cetak 31 gol, bawa United juara Liga Premier, dan juga bikin gol di final Liga Champions lawan Chelsea. Ferguson bahkan pernah bilang, ia lebih kagum pada Ronaldo dibanding Lionel Messi. Alasannya? Ronaldo dianggap bisa beradaptasi di level mana pun, sementara Messi, dalam pandangannya, “adalah pemain Barcelona.”
Namun begitu, ternyata bukan cuma Messi yang gagal memikat hatinya. Ada satu nama lain.
“Ketika saya memikirkan generasi saat ini, Lionel Messi berada di level teratas dan, meskipun dia tidak pernah membuat saya terkesima, Kaka telah membuat saya terkesan,” ujar Ferguson dalam sebuah wawancara dengan TalkSport.
Ya, Kaka. Gelandang asal Brasil yang menyabet Ballon d’Or pada 2009 itu, menurut Ferguson, tak pernah benar-benar membuatnya terkesan. Padahal, Kaka adalah bintang dunia di masanya.
Pernyataan ini cukup menarik. Soalnya, sejarah pertemuan mereka justru didominasi oleh aksi sang pemain. Kaka hanya dua kali berhadapan dengan tim Ferguson, tapi ia sukses mencetak tiga gol. Dua di antaranya ia ciptakan di Old Trafford, yang berujung pada tersingkirnya Manchester United dari Liga Champions 2007. Performa gemilang itu bahkan sempat membuat Ferguson berniat merekrutnya dari AC Milan, sebelum akhirnya Kaka memilih hengkang ke Real Madrid.
Artikel Terkait
Mandalika, Kutukan Marquez, dan Comeback Brasil di Kalender MotoGP 2026
Puig: Marquez Lebih dari Sekadar Juara, Ia Teladan Olahraga Dunia
Hodak Minta Penyesuaian Jadwal Liga Demi Persiapan Hadapi Ratchaburi di ACL
Tahun 2026, Kalender Padat Menanti Para Petarung Bulu Tangkis Indonesia