Gaji Herdman di Timnas Indonesia: Lebih Kecil dari Kluivert, Tugas Justru Lebih Berat

- Senin, 29 Desember 2025 | 12:45 WIB
Gaji Herdman di Timnas Indonesia: Lebih Kecil dari Kluivert, Tugas Justru Lebih Berat

JAKARTA – Sorotan kini beralih ke John Herdman. Pelatih asal Kanada itu dikabarkan tinggal selangkah lagi untuk resmi menukangi Timnas Indonesia. Tapi, ada satu hal yang ramai dibicarakan: soal gajinya.

Menurut laporan media Kanada, Canadian Soccer Daily, Herdman bakal digaji sekitar 40.000 dolar AS per bulan. Kalau dirupiahkan, angkanya kira-kira Rp670 juta. Cukup besar, ya? Tapi tunggu dulu. PSSI sendiri masih tutup mulut, belum ada konfirmasi resmi soal angka pastinya.

“Mantan pelatih kepala tim nasional putra dan putri Kanada ini dilaporkan akan mendapatkan gaji US$40.000 per bulan dalam pekerjaan barunya. Ia menggantikan legenda Belanda, Patrick Kluivert, sebagai pelatih kepala Indonesia,”

Nah, kalau dibandingin dengan pendahulunya, selisihnya ternyata jomplang banget. Patrick Kluivert, sang legenda Belanda itu, dulu disebut-sebut bisa membawa pulang Rp1,3 hingga 1,5 miliar tiap bulannya. Fantastis! Dalam setahun, totalnya bisa nyentuh Rp18 miliar.

Kontrak Kluivert kan dua tahun. Artinya, nilai totalnya bisa menggelembung sampai Rp36 miliar. Jelas, nominal yang akan diterima Herdman jauh lebih kecil. Tapi, ceritanya nggak sesederhana itu.

Di sisi lain, tanggung jawab Herdman justru lebih berat. Kabarnya, dia nggak cuma megang tim senior. Federasi juga mempercayakannya untuk membesut Timnas U-23. Ini jadi bagian dari proyek jangka panjang mereka.

“Peran barunya juga akan membuatnya bertanggung jawab atas program U-23 dengan tujuan mempercepat perkembangan pemain hingga ke tim senior, mengingat Federasi Sepak Bola Indonesia berencana lolos ke Piala Dunia 2030 di Spanyol, Portugal, dan Maroko,”

Jadi skemanya beda jauh dengan era Kluivert dulu. Waktu itu, sang legenda fokus penuh ke tim senior saja, tanpa campur tangan di tim usia muda. Gajinya memang gila-gilaan, tapi job description-nya lebih spesifik.

Sekarang, dengan gaji yang lebih rendah, Herdman justru dapat tugas ganda. Sebuah tantangan besar sekaligus pertaruhan dari PSSI. Mereka sepertinya lebih memilih investasi jangka panjang lewat pembinaan pemain muda, ketimbang sekadar membayar mahal untuk nama besar. Bagaimana hasilnya? Kita lihat saja nanti.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar