Dunia sepak bola kembali kehilangan salah satu anaknya. Kabar duka datang dari pegunungan Montenegro, di mana Sebastian Hertner, mantan pemain timnas junior Jerman, meninggal dalam sebuah kecelakaan ski yang mengerikan. Ia tewas di resor Savin Kuk, dekat Zabljak. Yang membuat hati semakin pilu, sang istri menyaksikan sendiri tragedi itu.
Menurut sejumlah saksi, insiden terjadi pada Sabtu lalu. Hertner, yang masih berusia 34 tahun, sedang berada di sebuah kereta gantung ganda. Tanpa diduga, kursi yang ditumpanginya itu terlepas dari kabel. Lalu, dengan keras menghantam kursi di belakangnya. Benturan dahsyat itu membuatnya terlempar dan jatuh dari ketinggian. Ia dinyatakan meninggal di tempat.
Istri Hertner juga menjadi korban. Dia mengalami patah kaki, tapi beruntung bisa diselamatkan tim darurat dan langsung mendapat perawatan. Ada juga laporan tentang tiga turis lain yang sempat terjebak di kursi kereta gantung selama berjam-jam. Mereka akhirnya berhasil dievakuasi, meski pasti dengan trauma yang mendalam.
Pasca kejadian, otoritas setempat langsung menutup operasional kereta gantung itu. Penutupan dilakukan sambil menunggu penyelidikan jaksa. Hingga hari Minggu, penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki. Pihak berwenang berjanji akan melakukan inspeksi teknis yang menyeluruh untuk mencari tahu apa yang sebenarnya salah.
Sebelum mengakhiri karier, Hertner dikenal sebagai bek tengah yang solid. Dia lahir di Montenegro, tapi menghabiskan sebagian besar karier sepak bolanya di Jerman. Klub-klub seperti 1860 Munich, Erzgebirge Aue, dan Darmstadt 98 pernah dia perkuat. Klub terakhirnya adalah ESTV Hamburg di divisi lima, di mana dia bahkan dipercaya mengenakan ban kapten.
Di level internasional, namanya sempat bersinar. Hertner pernah membela Timnas Jerman U-18 dan U-19 sekitar tahun 2008-2009. Dia adalah salah satu talenta muda yang punya masa depan cerah pada zamannya.
Kabar meninggalnya sang kapten langsung membuat ESTV Hamburg berduka. Melalui situs resmi, klub itu menyampaikan pernyataan yang menyentuh.
“Dengan sangat sedih kami mengumumkan hari ini bahwa kapten kami, Sebastian Hertner, telah meninggal dalam kecelakaan tragis saat berlibur,” tulis pernyataan itu.
“Kami terkejut dan sangat sedih. Belasungkawa terdalam kami sampaikan kepada keluarga dan orang-orang terkasihnya. Beristirahatlah dengan tenang, Sebastian.”
Ucapan duka juga mengalir dari VfB Stuttgart, klub tempatnya dulu bersinar di level akademi.
"VfB Stuttgart berduka atas kehilangan mantan pemain mudanya, Sebastian Hertner, yang meninggal dalam kecelakaan tragis pada usia 34 tahun," begitu bunyi pernyataan mereka.
Kepergiannya terlalu cepat. Hertner meninggalkan luka yang dalam bagi keluarganya, rekan-rekan setim, dan tentu saja bagi komunitas sepak bola yang pernah disinggahinya. Tragedi di pegunungan Montenegro ini bukan cuma soal duka. Tapi juga pengingat pilu tentang betapa rapuhnya kita di tengah hiruk-pikuk liburan dan fasilitas wisata yang terlihat megah.
Artikel Terkait
PSG Kembali ke Puncak Klasemen Usai Hancurkan Marseille 5-0
AS Roma Bertekad Bangkit dari Tren Negatif Saat Hadapi Cagliari di Olimpico
Timnas U-17 Buka Opsi Rekrut Diaspora Usai Dibantai China 0-7
Slot Kecewa, Liverpool Kalah dari Manchester City di Anfield