Di balik kekecewaan, ada secercah optimisme. Estrela melihat masa depan yang cerah. Pasalnya, tim ini dibangun dari banyak pemain muda, bahkan ada yang masih berusia 18 tahun. Kalah hari ini bukanlah akhir segalanya.
“Meski tidak senang hanya dengan medali perak, kami telah meletakkan fondasi untuk meraih emas di masa depan,” tuturnya penuh keyakinan.
Pelatih asal Portugal itu juga menekankan, langkah selanjutnya adalah membangun lingkungan yang lebih profesional. Semuanya harus disiapkan: mental pemenang, kondisi fisik prima, plus nutrisi yang terjaga. Itu kunci untuk tampil lebih maksimal.
“Kami ingin bermain tanpa rasa takut. Rakyat Indonesia harus bangga pada tim ini karena kami bekerja untuk masa depan yang cerah,” pungkas Estrela.
Jadi, meski harus puas dengan perak, perjalanan ini jelas bukan akhir. Ini justru awal dari sebuah proses panjang.
Artikel Terkait
Persija Juarai Klasemen Penonton Super League 2025/2026
Indonesia Kirim 17 Wakil ke Kejuaraan Asia 2026, Ganda Putra Jadi Sorotan
Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Persiapan Play-off Piala Dunia
AFC Jatuhkan Sanksi, Malaysia Kalah WO dan Gagal ke Piala Asia 2027