Jalannya memang nggak mudah. FIFA awalnya memilih 11 gol terbaik sebagai kandidat. Lalu, penilaian akhir diserahkan kepada dua kelompok: suara penggemar sepak bola global dan sebuah panel berisi para FIFA Legends.
Bobot suara keduanya sama, masing-masing 50 persen. Setiap pemilih memberi peringkat dari satu sampai tiga. Poinnya dihitung, diakumulasi, dan diawasi ketat oleh pengamat independen. Barulah kemudian nama pemenangnya bisa ditetapkan.
Setelah namanya disebut, Montiel pun menyampaikan rasa syukur.
Kemenangan ini sekaligus mencatatkan sejarah. Montiel adalah orang Argentina kedua yang menang Puskas Award secara beruntun. Sebelumnya, di 2024, Alejandro Garnacho yang memboyong trofi lewat golnya untuk Manchester United.
Meski begitu, kegagalan Ridho bukanlah akhir dari segalanya. Justru, masuknya namanya dalam nominasi finalis Puskas Award 2025 adalah sebuah pencapaian besar. Ini bukti nyata bahwa sepak bola Indonesia mulai dilirik, perlahan tapi pasti, di panggung yang benar-benar global.
Artikel Terkait
Persija Juarai Klasemen Penonton Super League 2025/2026
Indonesia Kirim 17 Wakil ke Kejuaraan Asia 2026, Ganda Putra Jadi Sorotan
Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Persiapan Play-off Piala Dunia
AFC Jatuhkan Sanksi, Malaysia Kalah WO dan Gagal ke Piala Asia 2027