Empat Alasan PSSI Pasang Nova Arianto di Kursi Pelatih Timnas U-20

- Jumat, 21 November 2025 | 08:15 WIB
Empat Alasan PSSI Pasang Nova Arianto di Kursi Pelatih Timnas U-20

JAKARTA - PSSI akhirnya memutuskan. Nova Arianto resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Indonesia U-20, menggantikan Frank van Kempen yang hengkang. Pengumuman ini disampaikan langsung di GBK Arena, Senayan, Kamis (20/11/2025) lalu.

Alexander Zwiers, Direktur Teknik PSSI, mengungkap ada empat alasan kuat di balik keputusan ini. Menurutnya, sosok Nova dinilai paling ideal untuk mengisi posisi strategis tersebut.

"Jadi begini, ada beberapa kompetensi yang membuat kami memilih Nova Arianto," ujar Zwiers memulai penjelasannya.

Faktor pertama yang dipertimbangkan adalah pemahaman mendalam Nova terhadap sepak bola Indonesia, khususnya di level usia muda. "Kita ingin punya seseorang yang benar-benar paham sepakbola Indonesia secara keseluruhan," tegasnya.

Di sisi lain, track record Nova berbicara sendiri. Kesuksesannya membawa Timnas U-17 lolos ke Piala Dunia U-17 2025 menjadi bukti nyata kemampuannya. Zwiers menambahkan, "Nova punya rekam jejak yang bagus. Dia sudah bekerja dengan pemain-pemain hebat sejak 2008 yang nantinya bisa menjadi generasi selanjutnya Timnas U-20. Ini keuntungan besar buat kami."

Alasan kedua tak kalah penting: kapabilitas kepemimpinan. Zwiers menilai Nova punya kemampuan memimpin yang natural. "Kepemimpinannya di antara pemain dan staf sangat jelas. Dia bisa menginspirasi mereka untuk bergerak ke satu arah dengan bahasa yang sama," paparnya.

Yang menarik, Zwiers juga menyoroti kemampuan analisis Nova yang tajam. "Saya pikir ini salah satu kekuatan terbesarnya," ucapnya.

Terakhir, ambisi besar Nova untuk terus berkembang menjadi pertimbangan penutup. "Dia terarah dengan baik, sangat ambisius, selalu bertanya dan memberikan ide. Proaktif dalam mengambil inisiatif," tutup Zwiers.

Dengan penunjukan ini, Nova seolah naik kelas. Dari sukses membesut Timnas U-17, kini tantangan baru menunggu di level U-20.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar