Gregoria mengakui ada beberapa momen krusial yang menjadi penentu kekalahannya. Di gim pertama, dia sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengambil keunggulan namun gagal memanfaatkannya.
Kondisi serupa terulang di gim kedua. Meski sempat tertinggal jauh 4-11 pada interval, Gregoria berhasil bangkit dan mengejar ketertinggalan hingga menyamakan kedudukan 20-20. Sayangnya, di momen-momen penentu, Ratchanok tampil lebih tenang dan akhirnya mengamankan kemenangan.
Evaluasi dan Harapan ke Depan
Meski harus puas dengan posisi runner up, Gregoria menyatakan rasa syukur bisa kembali naik podium setelah melewati beberapa bulan yang berat. Dia mengaku cukup senang dengan performa yang ditampilkannya di turnamen ini.
Gregoria juga memberikan apresiasi kepada Ratchanok Intanon yang dinilainya tampil sangat bagus dan layak meraih gelar juara. Menurutnya, banyak hal positif yang bisa diambil dari Kumamoto Masters 2025 ini.
Untuk persiapan ke depan, Gregoria menekankan pentingnya peningkatan kondisi fisik dan endurance agar bisa tampil lebih konsisten di turnamen-turnamen berikutnya.
Artikel Terkait
Liverpool Tersendat di Anfield, Gagal Tembus Pertahanan Leeds
John Terry Buka Suara: Saya Terkejut dengan Pemecatan Maresca
Manchester City Tersendat, Sunderland Gagalkan Pesta Gol di Etihad
Gaethje Siap Pecahkan Rekor Bonus Sejuta Dolar di UFC 324