Pemerintah Indonesia terus memperkuat posisinya dalam pasar ekonomi karbon global. Langkah strategis ditempuh dengan melakukan pertemuan penting bersama Gold Standard, sebuah lembaga sertifikasi karbon ternama dunia. Kolaborasi ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi ekonomi karbon yang dimiliki Indonesia.
Pertemuan bersejarah ini berlangsung pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-30 (COP30) di Kota Belem, Brasil. Kerja sama dengan Gold Standard diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pasar internasional terhadap sertifikat karbon yang berasal dari Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa langkah ini merupakan terobosan besar. Beliau menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya karbon yang sangat melimpah. Sementara itu, Gold Standard dikenal sebagai skema sertifikasi yang telah mapan, memiliki jaringan pembeli potensial yang luas, serta menjunjung tinggi standar transparansi dan integritas yang diakui secara global.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan harapannya bahwa dengan kerja sama ini, Indonesia akan mampu berbicara lebih lantang di kancah internasional. Tujuannya adalah agar sertifikat karbon yang diterbitkan oleh Indonesia sendiri dapat diakui dan dipercaya oleh dunia.
Pada ajang COP30 di Brasil, Indonesia aktif mempromosikan perdagangan karbon melalui program khusus yang dinamai Seller Meet Buyer. Melalui program ini, Indonesia menawarkan kredit karbon dengan tingkat integritas tinggi, yang diharapkan dapat menarik minat pembeli dari berbagai belahan dunia.
Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah Indonesia mengerahkan sebanyak 132 negosiator. Tugas mereka adalah menjalin komunikasi dan menarik minat negara-negara lain untuk membeli karbon dari Indonesia. Selain berkontribusi signifikan dalam penurunan emisi gas rumah kaca global, inisiatif perdagangan karbon ini juga diproyeksikan dapat menghasilkan pendapatan yang sangat besar bagi negara.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun Rp43.000 per Gram pada Jumat, 13 Februari 2026
Presiden Prabowo Resmikan 1.179 Sentra Pangan dan Gizi Polri di Jakarta
Erdogan Desak Negara OKI Percepat Integrasi Transportasi untuk Dongkrak Ekonomi
Pesawat Smart Air Ditembak di Papua, Dua Pilot Tewas