Merasa tertipu dengan kondisi yang ada, AH kemudian memutuskan untuk membatalkan pertemuan kencan mereka. Meski begitu, ia masih memberikan sejumlah uang sebesar Rp 150 ribu kepada HD. Keduanya kemudian memutuskan untuk bertemu kembali satu minggu setelah kejadian pertama.
Dalam pertemuan kedua itu, tanpa alasan yang jelas, HD justru menegur AH terlebih dahulu. Insiden ini menciptakan suasana yang tebal dengan ketegangan di antara mereka. Peristiwa teguran inilah yang memicu kemarahan dan rasa dendam dalam diri AH.
Diliputi oleh rasa kesal dan dendam, AH akhirnya kembali mendatangi lokasi hotel tempat korban berada. Sebelum melakukan aksinya, AH sempat pergi sejenak untuk mengantar seorang teman perempuannya ke sebuah tempat hiburan malam. Namun, niat jahatnya belum pupus.
Setelah mengantar temannya, AH pulang ke rumahnya dengan satu tujuan: mengambil senjata tajam jenis celurit. Senjata inilah yang rencananya akan digunakan untuk melampiaskan segala sakit hati dan kekecewaannya terhadap HD. Aksi kekerasan pun akhirnya terjadi.
Artikel Terkait
Tiket Mudik Lebaran Diskon 30% di Daop 9 Jember Hampir Habis
Anak Kandung Diduga Curi Motor Ayahnya di Tanggamus
Gubernur Papua Barat Daya Serahkan Tiga Puskesmas Keliling Air untuk Jangkau Daerah Kepulauan
Arab Saudi Naikkan Hadiah Kompetisi Hafalan Al-Quran Jadi Rp40 Miliar