Kemacetan di Jalan Saharjo Tebet Akibat Proyek Penggalian yang Berlarut
Proyek penggalian yang berlangsung di sepanjang Jalan Saharjo, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, memicu kemacetan lalu lintas yang parah dan menimbulkan berbagai keluhan dari masyarakat. Warga dan pengendara yang rutin melintas di kawasan tersebut mendesak agar pengerjaan proyek ini dapat dipercepat dan segera diselesaikan.
Kondisi Jalan Saharjo yang Padat dan Tersendat
Pada Rabu sore, kondisi lalu lintas di Jalan Saharjo terpantau sangat padat dan tersendat, khususnya untuk kendaraan yang menuju arah Manggarai. Kemacetan ini terjadi karena sebagian ruas jalan digunakan untuk aktivitas proyek penggalian. Terdapat setidaknya 14 titik lubang galian yang terlihat di sepanjang jalan, disertai dengan gundukan tanah hasil galian.
Aktivitas dan Peralatan Proyek di Lokasi
Aktivitas proyek terlihat cukup intens dengan sejumlah petugas yang terlibat. Beberapa petugas bekerja menggali tanah, sementara yang lain mendorong gerobak berisi material konstruksi. Berbagai material proyek terlihat menumpuk di lokasi, antara lain semen, bata hebel, box culvert, dan U-ditch. Untuk mendukung pengerjaan, dua unit ekskavator dan satu unit genset juga dikerahkan di tempat kejadian.
Suara Hati Pengendara dan Warga Sekitar
Ichwan, seorang kurir yang setiap hari melintasi Jalan Saharjo, mengeluhkan durasi proyek yang dinilainya terlalu lama. Ia juga menyoroti masalah jalan yang menyempit dan debu yang mengganggu. "Sampai ujung (arah Manggarai) macetnya ampun-ampunan. Harapannya proyek ini cepat selesai dan tidak ditunda-tunda," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan oleh Febri, seorang pengemudi ojek online. Ia merasa proyek galian sangat mengganggu kelancaran berkendara. "Ganggu, macet. Sudah macet di mana-mana, tuh galian semua. Semoga pengerjaannya dipercepat," tuturnya.
Dampak Lain: Jalan Kotor dan Kondisi Saat Hujan
Berbeda dengan pengendara, Sultan, seorang penjaga masjid di sekitar lokasi, lebih menyoroti dampak kebersihan. Ia mengungkapkan bahwa proyek ini membuat jalan menjadi lebih kotor, terutama saat hujan, sehingga menimbulkan becek dan lumpur yang merepotkan pejalan kaki dan anak-anak yang hendak ke masjid.
Dukungan dan Harapan untuk Hasil Akhir
Meski banyak dikeluhkan, Sultan mengakui bahwa proyek ini memiliki tujuan positif. Ia menyatakan dukungannya dengan harapan bahwa setelah proyek selesai, saluran air akan menjadi lebih lancar dan tata lingkungan jalan serta gang-gang di sekitarnya akan tampak lebih rapi dan tertata dengan baik.
Artikel Terkait
Menteri AS Kritik Kinerja PBB, Sebut Tak Berperan dalam Perang Gaza
Kuasa Hukum Ungkap Sopir Inara Rusli Diduga Ambil dan Jual Data CCTV
Survei Ungkap Mayoritas Pekerja Indonesia Terpaksa Lanjut Usia Pensiun Demi Penghasilan
Petugas Gulkarmat Evakuasi Ular Sanca Albino dari Kap Mobil di Batu Ampar