Update Kondisi Korban Ledakan SMAN 72: Lima Siswa Alami Tuli Mendadak
Sebanyak 11 korban ledakan yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, hingga saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta Pusat. Kondisi terbaru menyebutkan bahwa lima dari para korban tersebut mengalami gangguan pendengaran secara tiba-tiba atau tuli mendadak.
Direktur Medis Rumah Sakit Yarsi Muhammadi memberikan keterangan pers mengenai perkembangan kesehatan para siswa. "Saat ini masih ada 11 pasien yang dirawat inap, termasuk satu orang yang sempat dirawat intensif. Syukurlah, kondisi pasien intensif tersebut sudah membaik dan tidak lagi memerlukan alat bantu napas," ujarnya. "Sementara itu, kami mencatat ada lima siswa yang didiagnosis mengalami tuli mendadak, meskipun tidak ditemukan kerusakan pada gendang telinga mereka."
Terapi Hiperbarik untuk Atasi Tuli Mendadak
Muhammadi menjelaskan bahwa kelima siswa dengan kondisi tuli mendadak akan segera menjalani terapi hiperbarik. Terapi oksigen bertekanan tinggi ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan memberikan hasil terapi yang optimal.
"Terapi hiperbarik dimaksudkan untuk memperbaiki sistem akustik pada organ koklea atau rumah siput di telinga. Hasil pemeriksaan audiometri menunjukkan bahwa kondisi mereka tidak termasuk dalam kategori berat, sehingga kami sangat berharap terapi ini dapat mengembalikan fungsi pendengaran dengan baik," jelas Muhammadi lebih lanjut.
Satu Korban Butuh Tindakan Operasi
Selain penanganan untuk kasus tuli mendadak, pihak rumah sakit juga mempersiapkan tindakan operasi untuk satu orang korban lainnya. Korban ini mengalami kebocoran pada gendang telinganya. Untuk korban-korban lain dengan kondisi serupa namun lebih ringan, tim medis akan melakukan observasi lebih lanjut mengingat potensi pemulihan alami yang dimiliki karena usia mereka yang masih muda.
RS Yarsi memastikan bahwa seluruh kasus medis para korban telah ditangani secara serius dan komprehensif oleh dokter spesialis. Hingga laporan ini dibuat, tidak ada korban yang berada dalam kondisi kritis.
Artikel Terkait
Empat Prajurit TNI Divonis Hari Ini dalam Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bisa Berjuang Sendirian Jika Perang dengan Iran Berlanjut
Ole Romeny Dinobatkan sebagai Pemain Terusung Usai Gol Tunggal Bawa Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik
Kebakaran Hanguskan Satu Dermaga dan Lima Speed Boat di Kayong Utara, Penyebab Masih Diselidiki