Trump Puji Ketanggahan Presiden Suriah dalam Pertemuan Bersejarah di Gedung Putih
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pujian tinggi kepada Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, menyebutnya sebagai pemimpin yang tangguh. Pujian ini disampaikan usai pertemuan bersejarah kedua pemimpin di Gedung Putih yang digelar secara tertutup.
Momen Bersejarah Hubungan AS-Suriah
Pertemuan antara Donald Trump dan Ahmed al-Sharaa di Gedung Putih mencatatkan sejarah baru. Acara ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah dimana seorang Presiden Suriah menghadiri pertemuan resmi di Gedung Putih. Pertemuan tertutup ini berlangsung pada Senin waktu setempat.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Trump menyampaikan keyakinannya bahwa Sharaa mampu membawa perubahan signifikan bagi rakyat Suriah. Presiden AS tersebut mengungkapkan harapannya agar Suriah dapat menjadi negara yang sangat suksem pasca lebih dari satu dekade mengalami konflik internal.
Pernyataan Trump tentang Kepemimpinan Sharaa
"Dia adalah pemimpin yang sangat kuat. Dia berasal dari lingkungan yang keras dan terbukti sebagai orang yang tangguh," ujar Trump mengenai koleganya dari Suriah tersebut.
Trump menambahkan penilaiannya tentang latar belakang Sharaa: "Banyak yang mengatakan dia memiliki masa lalu yang sulit, namun kita semua pernah mengalami masa-masa sulit. Sejujurnya, jika seseorang tidak pernah mengalami masa sulit, mereka tidak akan memiliki peluang yang berarti."
Peran Suriah dalam Rencana Perdamaian Timur Tengah
Trump menegaskan bahwa Suriah memainkan peran penting dalam rencana perdamaian Timur Tengah yang lebih luas. Diharapkan keterlibatan Suriah ini dapat memperkuat gencatan senjata yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas di Gaza.
Meski demikian, Trump tidak memberikan konfirmasi terkait laporan yang menyebutkan Suriah akan bergabung dengan aliansi internasional pimpinan AS untuk melawan kelompok Negara Islam. Belum ada konfirmasi resmi mengenai kemungkinan penandatanganan pakta non-agresi antara Suriah dengan Israel.
Transformasi Dramatis Presiden Suriah
Kunjungan Presiden Suriah ini menandai perubahan haluan yang dramatis mengingat latar belakangnya di masa lalu. Dalam momen penuh dramatis setelah pertemuan, Sharaa turun dari iring-iringan mobilnya untuk menyapa pendukung yang berkumpul di luar Gedung Putih, dengan dikelilingi pengawal ketat.
Kantor kepresidenan Suriah menyatakan bahwa kedua pemimpin membahas hubungan bilateral antara kedua negara, termasuk berbagai cara untuk memperkuat dan mengembangkan kerjasama, serta sejumlah isu regional dan internasional yang menjadi perhatian bersama.
Dokumentasi Pertemuan Bersejarah
Beberapa foto resmi yang dirilis menunjukkan Trump berdiri dan berjabat tangan dengan Sharaa yang tersenyum di Ruang Oval. Foto lainnya menampilkan pemimpin Suriah tersebut duduk berhadapan dengan Trump didampingi pejabat tinggi AS termasuk Wakil Presiden, Kepala Pentagon, dan perwira tinggi militer AS.
Pemerintahan baru Suriah disebut telah berusaha melepaskan diri dari masa lalu mereka dan menampilkan citra yang lebih moderat baik kepada rakyat Suriah maupun kekuatan internasional lainnya.
Artikel Terkait
Trump Sebut Penangkapan Pangeran Andrew sebagai Aksi yang Memalukan
Perempuan di Garis Depan Bencana, Namun Absen dalam Pengambilan Keputusan
Korlantas Perketat Pengawasan Tol Bocimi dengan Drone Jelang Operasi Ketupat 2026
Prabowo: Bantuan Kemanusiaan Gaza Mencapai Level Tertinggi, Tapi Jalan Damai Masih Panjang