Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto: JK Soroti Prestasi dan Warisan Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan gelar pahlawan nasional kepada mendiang Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Keputusan resmi ini mengakhiri berbagai perdebatan yang selama ini terjadi di masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa penetapan ini merupakan sebuah kenyataan yang patut diterima oleh seluruh rakyat Indonesia.
Jusuf Kalla menegaskan bahwa gelar pahlawan yang telah diresmikan oleh presiden bukan lagi menjadi bahan perdebatan. Menurutnya, meskipun Soeharto memiliki beberapa kekurangan, kontribusi dan jasa-jasanya bagi bangsa Indonesia jauh lebih besar. Pernyataan ini disampaikan JK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Senin.
Lebih lanjut, JK menggarisbawahi bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Ia mengajak publik untuk melihat kembali kepemimpinan Soeharto, khususnya dalam hal pencapaian ekonomi. Pada masa pemerintahan Soeharto, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mampu mencapai angka 7 hingga 8 persen, sebuah tingkat pertumbuhan yang menurut JK sulit untuk dicapai kembali pada masa-masa setelahnya.
JK juga menyoroti pemberian gelar pahlawan kepada Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia menggunakan analogi dalam agama, bahwa seseorang yang amal baiknya lebih banyak daripada dosanya akan masuk surga. Dengan prinsip yang sama, setiap tokoh yang diangkat sebagai pahlawan dinilai memiliki sumbangsih yang lebih besar bagi kemajuan bangsa Indonesia.
Daftar Lengkap 10 Tokoh Penerima Gelar Pahlawan Nasional
Berikut adalah daftar sepuluh tokoh yang diangkat menjadi pahlawan nasional berdasarkan keputusan Presiden Prabowo Subianto:
- Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid (Tokoh Jawa Timur Bidang Perjuangan Politik dan Pendidikan Islam)
- Almarhum Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto (Tokoh Jawa Tengah Bidang Perjuangan Bersenjata dan Politik)
- Almarhumah Marsinah (Tokoh Jawa Timur Bidang Perjuangan Sosial dan Kemanusiaan)
- Almarhum Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Tokoh Jawa Barat Bidang Perjuangan Hukum dan Politik)
- Almarhumah Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Tokoh Sumatera Barat Bidang Perjuangan Pendidikan Islam)
- Almarhum Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Tokoh Jawa Tengah Bidang Perjuangan Bersenjata)
- Almarhum Sultan Muhammad Salahuddin (Tokoh NTB Bidang Perjuangan Pendidikan dan Diplomasi)
- Almarhum Syaikhona Muhammad Kholil (Tokoh Jawa Timur Bidang Perjuangan Pendidikan Islam)
- Almarhum Tuan Rondahaim Saragih (Tokoh Sumatera Utara Bidang Perjuangan Bersenjata)
- Almarhum Zainal Abidin Syah (Tokoh Maluku Utara Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi)
Pengangkatan gelar ini merupakan bentuk penghormatan negara atas jasa dan pengabdian luar biasa dari kesepuluh tokoh tersebut dalam membangun dan memajukan Indonesia di berbagai bidang.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Larang Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan
Data Dinkes DKI Ungkap 94,9% Warga Jakarta Kurang Aktivitas Fisik
Keluarga Lima Tewas di Kuantan Diduga Akibat Pembunuhan-Bunuh Diri Ayah
Ramai-Ramai Belanja Lebaran di Tanah Abang Dimulai Lebih Awal