Hari Sains Sedunia 2025: Tema Trust, Transformation, and Tomorrow dan Tujuannya

- Senin, 10 November 2025 | 06:55 WIB
Hari Sains Sedunia 2025: Tema Trust, Transformation, and Tomorrow dan Tujuannya

Hari Sains Sedunia 2025: Tema, Tujuan, dan Sejarah Peringatannya

Hari Sains Sedunia atau World Science Day diperingati setiap tahun pada tanggal 10 November. Peringatan internasional ini bertujuan untuk menyoroti peran penting sains dalam masyarakat serta perlunya melibatkan publik dalam berbagai diskusi mengenai isu-isu ilmiah terkini.

Sejarah dan Latar Belakang Hari Sains Sedunia

Berdasarkan situs resmi PBB, Hari Sains Sedunia menekankan relevansi sains dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah untuk menjembatani sains dengan masyarakat, memastikan setiap warga negara mendapat informasi terbaru tentang perkembangan ilmu pengetahuan.

Hari ini juga mengakui peran vital para ilmuwan dalam memperluas pemahaman kita tentang planet Bumi yang rapuh dan dalam upaya membangun masyarakat yang lebih berkelanjutan. UNESCO mencanangkan hari peringatan ini pertama kali pada tahun 2001, dan perayaan global pertama dilaksanakan pada 10 November 2002.

Sejak saat itu, Hari Sains Sedunia telah memicu lahirnya berbagai proyek, program, dan kerja sama ilmiah di seluruh dunia, termasuk organisasi seperti Israeli-Palestinian Science Organization (IPSO) yang didukung oleh UNESCO.

Tema Hari Sains Sedunia 2025: Trust, Transformation, and Tomorrow

Tema Hari Sains Sedunia 2025 adalah "Trust, Transformation, and Tomorrow: The Science We Need for 2050". Tema ini dipilih dengan latar belakang deklarasi PBB tentang Dekade Ilmu Pengetahuan Internasional untuk Pembangunan Berkelanjutan (2024-2033).

Tema ini menekankan pentingnya membangun kepercayaan terhadap sains dan mempertimbangkan jenis ilmu pengetahuan serta hubungan seperti apa yang diperlukan antara sains dan masyarakat untuk menghadapi tantangan masa depan, khususnya dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dengan memahami sejarah dan tema Hari Sains Sedunia 2025, diharapkan partisipasi semua pihak, dari pemerintah, media, hingga masyarakat umum, dapat meningkat untuk bersama-sama memajukan sains bagi perdamaian dan pembangunan global.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar