Lulusan Polteknaker Ditantang Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja yang Dinamis
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menegaskan bahwa lulusan Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kompleksitas tantangan dunia kerja yang terus berubah. Pernyataan ini disampaikan dalam orasi ilmiahnya pada acara wisuda yang berlangsung di Ruang Serbaguna Kemnaker, Jakarta.
Tantangan Global dan Tiga Penggerak Utama Dunia Kerja
Menaker Yassierli menjelaskan bahwa tantangan kerja kini bersifat global, dipicu oleh perubahan geopolitik, dinamika ekonomi, dan percepatan teknologi. Ia menganalogikan lulusan vokasi harus seperti kendaraan yang lincah mencari jalur alternatif untuk mencapai tujuan di tengah hambatan.
Lebih lanjut, beliau mengidentifikasi tiga penggerak utama yang akan membentuk masa depan dunia kerja:
- Artificial Intelligence (AI) dan Big Data
- Green Transition atau transisi menuju ekonomi hijau
- Transformasi ekonomi digital
Perubahan ini membuka peluang sekaligus tantangan baru, sehingga para lulusan dituntut untuk terus mengasah keterampilan agar tetap relevan di pasar kerja.
Soft Skill dan Pola Pikir yang Diperlukan
Di samping kemampuan teknis, Yassierli sangat menekankan penguasaan soft skill yang krusial, seperti:
- Kepemimpinan
- Kemampuan berkolaborasi
- Kreativitas
- Berpikir analitis
- Pemecahan masalah
Beliau menegaskan bahwa lulusan yang mampu mengintegrasikan kemampuan teknis dan soft skill akan menjadi tenaga kerja yang lebih produktif, adaptif, dan sangat diminati oleh industri.
Yassierli juga menyoroti dua pola pikir penting bagi generasi muda:
- Growth Mindset: Kemauan untuk terus belajar, menerima tantangan, dan melihat kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
- Entrepreneur Mindset: Kemampuan untuk berpikir kreatif, inovatif, dan menemukan solusi baru, yang dapat diterapkan di berbagai bidang, tidak terbatas pada wirausaha.
Profil dan Daya Serap Lulusan Polteknaker
Pada wisuda tahun ini, Politeknik Ketenagakerjaan berhasil meluluskan 88 wisudawan dari tiga program studi unggulan:
- Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 26 lulusan
- Relasi Industri: 29 lulusan
- Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM): 33 lulusan
Berdasarkan data Career Development Center (CDC) Polteknaker, sebanyak 70,45% lulusan telah terserap di dunia kerja, menunjukkan tingginya daya serap lulusan vokasi ini.
Sertifikasi Kompetensi dan Kemampuan Bahasa Inggris
Setiap lulusan Polteknaker tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga dibekali dengan sertifikat kompetensi berbasis industri, seperti:
- Ahli K3 Umum & Ahli Higiene Industri Muda (Prodi K3)
- Okupasi Manajer Hubungan Industrial (Prodi Relasi Industri)
- Supervisor Sumber Daya Manusia (Prodi MSDM)
Kemampuan bahasa Inggris para lulusan juga diukur melalui sertifikasi TOEIC (Test of English for International Communication) dengan skor rata-rata 550 dan skor tertinggi mencapai 940, membuktikan kesiapan mereka untuk bersaing di tingkat global.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar, menambahkan bahwa wisuda adalah awal perjalanan untuk menjadi generasi yang produktif dan adaptif. Sinergi antara Polteknaker dan mitra industri menjadi kunci dalam mencetak tenaga kerja kompeten dan berdaya saing untuk kontribusi pada pembangunan nasional dan mewujudkan Indonesia Emas.
Artikel Terkait
Ribuan Warga CFD HI Terhibur Pawai Budaya Jakarta Penuh Warna
Presiden Prabowo Beri Souvenir Khusus kepada Qori Terbaik di Acara Satu Abad NU
Anak Ketiga Tetapkan Tersangka Pembunuhan Ibu dan Dua Saudara di Warakas
Kapolda Metro Pimpin Kerja Bakti Serentak di Sunter, Tindak Lanjut Instruksi Presiden