Program Makan Bergizi Gratis Diperkuat di Karangasem, Upaya Konkret Cegah Stunting

- Jumat, 07 November 2025 | 20:20 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Diperkuat di Karangasem, Upaya Konkret Cegah Stunting

Program Makan Bergizi Gratis Diperkuat di Karangasem, Cegah Stunting untuk Indonesia Emas 2045

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, secara langsung memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Subagan, Kabupaten Karangasem. Kunjungan ini menekankan komitmen pemerintah dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas gizi ibu dan anak.

Keamanan Pangan dan Kebersihan Jadi Fokus Utama

Saat meninjau dapur produksi SPPG, Isyana menyoroti aspek kritis keamanan pangan. Ia menegaskan bahwa kualitas dan kebersihan makanan harus dijaga secara konsisten, tidak hanya pada saat ada kunjungan kerja. Standar higienitas dari proses penyimpanan bahan baku, pengolahan di dapur, hingga distribusi makanan ke penerima manfaat harus menjadi perhatian utama.

"Program Makan Bergizi Gratis ini adalah program yang sangat mulia. Tujuannya agar ibu dan anak memperoleh gizi terbaik. Karena itu, detail teknis di lapangan harus diperhatikan betul," tegas Isyana dalam keterangan tertulis, Jumat (7/11/2025).

Koordinasi Antar Lembaga Diperkuat untuk Tingkatkan Layanan

Wamen Isyana juga menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi yang solid antar instansi pemerintah daerah dan pusat. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan standar layanan SPPG di seluruh Indonesia. Meski sistem yang berjalan di Karangasem sudah dinilai baik, ia menyatakan bahwa ruang untuk perbaikan mutu dan higienitas selalu terbuka.

"Kita ingin kualitas asupan gizi masyarakat terus meningkat, namun tetap mengutamakan faktor keamanan dan kesesuaian dengan kebutuhan gizi harian," tambahnya.

MBG: Investasi Jangka Panjang untuk SDM Unggul

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inisiatif prioritas nasional yang menempatkan pemenuhan gizi sebagai investasi fundamental dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Program ini secara khusus berfokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sebuah periode emas yang menentukan kualitas hidup anak di masa depan.

Dengan sasaran utama menurunkan angka stunting (kekerdilan) di Indonesia, Program MBG diharapkan dapat memperkuat fondasi generasi penerus menuju visi Indonesia Emas 2045.

Testimoni Langsung Penerima Manfaat MBG di Karangasem

Keberhasilan program ini tercermin dari testimoni para penerima manfaat. Kadek Sri (23), seorang ibu dari bayi kembar bernama Wayan dan Putu yang baru berusia satu bulan, mengaku sangat terbantu. Ia telah menerima paket gizi sejak masa kehamilan.

"Syukur, berat badan bayi kembar saya bagus. Makanan bergizi dari program ini sangat membantu sekali," ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Penerima manfaat lainnya, Ketut Ayu Lestari (38), yang sedang mengandung anak ketiganya, juga merasakan manfaat serupa. Ia telah mendapatkan bantuan gizi MBG sejak Agustus.

"Makanannya enak dan bergizi. Cukup meringankan beban ekonomi keluarga. Dua anak saya yang lain juga mendapatkan MBG di sekolah. Semoga program mulia ini bisa terus berlanjut," ungkapnya penuh harap.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar