Polri Gagalkan Penyelundupan Sabu 4,5 Kg dan 3.000 Ekstasi dari Malaysia ke Pekanbaru
Jakarta - Dittipidnarkoba Bareskrim Polri berhasil menggagalkan aksi penyelundupan narkotika jenis sabu dan ekstasi yang berasal dari Malaysia menuju Pekanbaru, Riau. Dalam penggerebekan ini, polisi menyita barang bukti sabu seberat 4,5 kilogram dan ribuan pil ekstasi.
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa barang bukti berhasil diamankan dalam sebuah tas. "Barang bukti satu tas warna hitam merek Puma berisi enam bungkus dilakban kuning. Isinya adalah lima bungkus sabu dengan total sekitar 4.500 gram dan satu bungkus ekstasi dengan total sekitar 3.000 butir," ujarnya pada Jumat (7/11/2025).
Kronologi Pengungkapan Kasus Narkoba Malaysia
Kasus ini berhasil diungkap pada Rabu (6/11) sekitar pukul 18.45 WIB. Awalnya, polisi mendapatkan informasi terpercaya mengenai upaya penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh sebuah sindikat asal Malaysia ke wilayah Pekanbaru, Riau. Sindikat tersebut didalangi oleh jaringan Aceh-Pekanbaru.
Penangkapan Dua Tersangka di Pekanbaru
Setelah melakukan penyelidikan, tim polisi bergerak cepat dan menangkap dua orang pelaku berinisial YAL (27) dan SL (30). Keduanya diamankan di sebuah rumah kontrakan yang terletak di kawasan Tenayan Raya, Pekanbaru. Setelah penggeledahan, barang bukti narkotika pun ditemukan.
Berdasarkan hasil interogasi, tersangka SL mengaku diperintah oleh seorang yang bernama N (yang saat ini masih DPO) untuk mengambil sabu dan ekstasi di wilayah Harapan Raya, Pekanbaru. SL menggunakan motornya sendiri dan dijanjikan upah sebesar Rp 10 juta per bungkus setelah pekerjaan selesai.
Sementara itu, tersangka YAL mengaku diajak untuk mengambil barang haram tersebut. Ia dijanjikan imbalan sebesar Rp 30 juta dari rekannya. Selanjutnya, kedua tersangka dan barang bukti dibawa ke kantor Direktorat Narkoba Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Artikel Terkait
Pria Ditangkap Usai Diduga Menikam Wanita yang Sedang Antar Anak di Tangerang
Lavrov Tuduh Ukraina Dalang Penembakan Jenderal Intelijen Rusia di Moskow
BCA Finance Ingatkan Pentingnya Evaluasi Keuangan Sebelum Ambil Kredit Kendaraan
Pemerintah Alihkan Fokus ke Swasembada Protein Setelah Beras