Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Indonesia: 100 Hari Udara Tidak Sehat di 2024

- Rabu, 05 November 2025 | 23:20 WIB
Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Indonesia: 100 Hari Udara Tidak Sehat di 2024
Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Indonesia: 100 Hari Udara Tidak Sehat - Data BMKG 2025

Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Indonesia: 100 Hari Udara Tidak Sehat

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal mengungkapkan bahwa DKI Jakarta menempati peringkat pertama untuk kualitas udara terburuk di Indonesia. Menurut data terbaru, ibu kota tercatat mengalami udara dengan kategori tidak sehat selama 100 hari.

Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Timwas DPR RI mengenai Pelaksanaan Penanganan Bencana pada Rabu (5/11/2025). Dalam paparannya, Teuku juga menyoroti dominasi cuaca ekstrem di Indonesia, yang didominasi oleh hujan lebat.

Cuaca Ekstim dan Kekeringan di Indonesia

BMKG mencatat bahwa hingga November 2025, kejadian cuaca ekstrem di Indonesia didominasi oleh hujan lebat sekitar 65%, disusul angin kencang 27%, serta puting beliung, petir, dan hujan es. Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan frekuensi kejadian tertinggi.

Selain itu, potensi iklim ekstim lainnya yang mengancam adalah kekeringan dan penurunan kualitas udara. Peta kekeringan meteorologis dari tahun 1991 hingga 2020 menunjukkan peningkatan kejadian kekeringan di banyak wilayah Indonesia hingga 60%.

Data Pemantauan Kualitas Udara dan PM2.5

Berdasarkan pemantauan Particulate Matter (PM) 2.5 yang dilakukan di 27 lokasi sepanjang tahun 2024, kualitas udara di Indonesia bervariasi dari kategori baik hingga tidak sehat. Hasil pemantauan ini menempatkan Provinsi DKI Jakarta, Sumatera Utara, dan Lampung sebagai tiga wilayah dengan jumlah hari tidak sehat tertinggi.

Jakarta menempati peringkat pertama dengan sekitar 100 hari kejadian udara tidak sehat. Data ini mengonfirmasi status Jakarta sebagai wilayah dengan kualitas udara terburuk yang dihirup oleh warganya sehari-hari.

Komentar