BNN bersama Brimob berhasil menggerebek sarang narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Operasi penindakan ini menghadapi perlawanan sengit dari jaringan narkoba dengan berbagai senjata.
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Pol. Roy Hadi Siahaan menjelaskan, "Terjadi perlawanan dengan busur panah, lemparan batu, kembang api, dan senjata tajam oleh kelompok jaringan narkoba tersebut, namun berhasil dipukul mundur."
Dalam operasi penggerebekan narkoba di Jakarta Utara ini, petugas BNN dan Brimob menargetkan beberapa lokasi berbeda. Penggerebekan dimulai dari pondok dengan tenda biru di pinggir rel, kemudian berlanjut ke tenda yang diduga menjadi lapak narkoba, serta indekos yang menjadi tempat persembunyian pelaku.
Video operasi menunjukkan momen tense dimana tersangka melawan dengan menembakkan kembang api ke arah petugas. Meskipun terjadi perlawanan, seluruh tersangka berhasil diamankan dan dibawa ke Kantor BNNK Jakarta Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa pemberantasan narkoba merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. "Narkoba dipandang sebagai isu kemanusiaan, bukan hanya sekadar kriminalitas. Pengguna narkoba sebagai korban yang harus disembuhkan melalui rehabilitasi," tegas Suyudi.
Operasi penggerebekan BNN di Kampung Bahari ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba di Jakarta Utara. Masyarakat diharapkan dapat mendukung upaya pemberantasan narkoba dengan melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran gelap narkoba.
Artikel Terkait
APJII: 229 Juta Pengguna Internet RI, Literasi Digital Jadi Tantangan Utama
Prabowo Gelar Pertemuan Strategis dengan Pengusaha, Bahas Kolaborasi untuk Daya Saing Nasional
Pandji Pragiwaksono Jalani Ritual Adat Usai Divonis Denda Babi dan Ayam
Gus Ipul Tegaskan Program Kemensos 2026 Harus Berbasis Data dan Membumi