Petugas terus berupaya menambal Tanggul Baswedan yang jebol di kawasan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan menggunakan karung pasir. Sayangnya, upaya darurat ini belum sepenuhnya berhasil menghentikan luapan air yang masih menerobos masuk ke permukiman warga.
Berdasarkan pantauan detikcom pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 11.30 WIB, kondisi tanggul yang runtuh masih terlihat jelas di lokasi. Aliran air terus mengalir deras menggenangi permukiman penduduk, memperpanjang durasi banjir yang melanda kawasan tersebut.
Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah mereka sambil menunggu air surut. Aktivitas membersihkan rumah dan menjemur berbagai barang yang basah terlihat dilakukan warga untuk memulihkan kondisi tempat tinggal mereka.
Sementara itu, tidak jauh dari lokasi, anak-anak terlihat bermain di genangan air yang tersisa. Beberapa di antaranya bahkan memanfaatkan situasi ini untuk mencari ikan-ikan kecil yang ikut terbawa arus banjir.
Hingga saat ini, perbaikan signifikan pada tanggul yang jebol belum terlihat. Petugas Sumber Daya Air (SDA) masih berjibaku menambah tumpukan karung pasir sebagai upaya darurat menahan laju air agar tidak semakin banyak masuk ke permukiman.
Namun demikian, tanggul darurat dari karung pasir ini tampaknya belum optimal menghalau air sepenuhnya. Meski ketinggian genangan tidak terlalu signifikan, arus air masih cukup deras mengalir ke kawasan permukiman warga.
Tanggul Baswedan yang dibangun pada tahun 2017 diketahui jebol sejak Kamis (30/10) sore. Kejadian ini mengakibatkan lima RT di kawasan tersebut tergenang banjir dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter, menimbulkan kerugian material bagi warga setempat.
Artikel Terkait
PBB: Anak-Anak Palestina Sengaja Dijadikan Sasaran dan Dibunuh Pasukan Israel di Gaza
Polisi Mediasi Kasus Mobil BMW Dirusak Massa Usai Tabrak Pemotor di Jakbar, Berujung Damai
24 Juni dalam Sejarah: Pendaratan Sekutu di Halmahera, Kelahiran Messi, hingga Nasser Jadi Presiden Mesir
Inggris Ditahan Imbang Ghana 0-0, Persaingan Puncak Grup L Piala Dunia 2026 Makin Ketat