Pentingnya Pemahaman Politik bagi Generasi Muda di Era Digital Menurut Wakil MPR RI
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan urgensi peningkatan pemahaman generasi muda terhadap dinamika politik nasional dan global di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Perkembangan media sosial dan ruang digital dinilai telah membentuk cara berpikir dan preferensi politik masyarakat, khususnya kalangan muda Indonesia.
Diskusi Preferensi Politik Generasi Z Indonesia
Dalam Diskusi Preferensi Politik Gen Z Indonesia yang digelar di Auditorium Perpustakaan Panglima Itam, NasDem Tower, Jakarta, Lestari Moerdijat yang akrab disapa Rerie menyoroti pentingnya memahami pola pikir generasi muda dalam menyikapi perubahan menuju Pemilu 2029. Diskusi ini menghadirkan narasumber kompeten termasuk Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta Burhanuddin Muhtadi, serta perwakilan dari Partai NasDem.
Fenomena Baru Pengaruh Politik Digital
Rerie mengungkapkan kekhawatiran terhadap fenomena baru berupa upaya terstruktur dan sistematis untuk mempengaruhi pola pikir masyarakat global melalui teknologi dan media sosial. "Kalau dulu kita mengenalnya sebagai brainwashing, kini bentuknya jauh lebih halus dan kompleks. Tanpa disadari, cara-cara ini dapat membentuk preferensi dan bahkan pandangan ideologis seseorang," jelas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut.
Artikel Terkait
BMKG Catat 111 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang Maret
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji Subsidi Jelang Libur Panjang di Madiun Raya
Arema FC dan Malut United Bermain Imbang 1-1 di Kanjuruhan
Banjir Rendam Ribuan Rumah di Lima Kecamatan Grobogan