Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengingatkan pemerintah agar tidak lengah terhadap potensi kekeringan ekstrem yang diprediksi BMKG akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Ia menegaskan bahwa saat ini penanganan harus beralih dari tahap pencegahan ke pengendalian dampak.
Daniel Johan menyampaikan bahwa Komisi IV DPR telah berkali-kali memperingatkan pemerintah tentang ancaman El Nino yang diprediksi menjadi yang terkuat dalam 150 tahun terakhir. Namun, ia menilai kondisi sekarang sudah bergeser dari tahap pencegahan ke tahap pengendalian dampak.
"Kami saat raker secara tegas telah wanti-wanti kepada pemerintah agar tidak lengah menghadapi ancaman El Nino yang diprediksi para pakar iklim menjadi yang terkuat dalam 150 tahun terakhir, El Nino kuat yang kita hadapi saat ini adalah faktor alam yang memang harus diantisipasi dengan berbagai cara. Namun perlu saya tegaskan, kondisi kita sekarang sudah bergeser dari tahap pencegahan ke tahap pengendalian dampak," kata Daniel Johan saat dihubungi, Sabtu (1/8/2026).
Dampak kekeringan, menurut Daniel Johan, sudah nyata dirasakan masyarakat. Ia mendapat laporan bahwa banyak daerah, khususnya Kalimantan, yang tidak diguyur hujan selama hampir dua bulan. Titik-titik hotspot dan kabut asap juga mulai bermunculan di wilayah tersebut.
"Ini karena dampaknya sudah nyata dirasakan masyarakat, di banyak daerah hujan sudah hampir dua bulan tidak turun, dan khususnya di Kalimantan, titik-titik hotspot serta kabut asap sudah mulai bermunculan. Data 93 kecamatan di Jawa Barat yang dilanda kekeringan ini juga jadi alarm keras bahwa krisis ini sudah masuk ke tahap yang butuh respons cepat," ucap dia.
Artikel Terkait
DPR Desak Audit Nasional Seluruh Lembaga Konservasi Usai Dugaan Korupsi di Kebun Binatang Surabaya
Polisi Tangkap Empat dari Enam Pelaku Pembunuhan Tapir di Lampung