Sepi Peminat, SD di Serang Hanya Terima 7 Siswa Baru, Kelas 1 dan 2 Digabung

- Selasa, 21 Juli 2026 | 10:55 WIB
Sepi Peminat, SD di Serang Hanya Terima 7 Siswa Baru, Kelas 1 dan 2 Digabung

SD Negeri Keramat di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, hanya mendapatkan tujuh siswa baru pada tahun ajaran ini. Akibatnya, siswa kelas 1 harus belajar dalam satu ruangan bersama kelas 2 yang berjumlah delapan siswa.

Padahal, bangunan dan fasilitas sekolah masih dalam kondisi baik. Satu ruang kelas sebenarnya mampu menampung hingga 28 siswa sesuai ketentuan. Namun, lokasi sekolah yang jauh dari pemukiman warga dan dikelilingi kawasan industri Cikande menjadi penyebab utama sepinya peminat.

Kepala Sekolah SDN Keramat, Aan Hernawati, mengatakan penggabungan kelas dilakukan karena minimnya jumlah siswa dan keterbatasan tenaga pengajar. Hanya ada tiga guru dan satu kepala sekolah yang mengelola sekolah tersebut.

"Pembelajaran digabung, jadi satu papan tulis dibagi dua," kata Aan saat ditemui di sekolah, Selasa (21/7/2026).

Kondisi minimnya murid sudah berlangsung lama. Saat ini, total siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 hanya 74 orang, dengan jumlah terbanyak di kelas 3 sebanyak 17 siswa. Sekolah ini hanya menampung anak-anak dari dua kampung, yaitu Kampung Keramat dan Kampung Kalong, yang mencakup dua RT.

Aan berharap ada solusi untuk mengatasi kekurangan murid. Ia menginginkan agar siswa yang tidak tertampung di sekolah lain yang kelebihan kuota bisa dialihkan ke SDN Keramat.

"Harapannya, misal ketika rombel (rombongan belajar) dari SD lain sudah terpenuhi sesuai SK, siswa yang tidak diterima bisa diarahkan ke sekolah kita," ungkapnya.

Selain itu, SDN Keramat juga harus bersaing dengan Madrasah Ibtidaiyah (MI) swasta yang lokasinya lebih dekat dengan permukiman. "Jadi yang tak diterima di SD negeri, mereka memilih ke sana," kata Aan.

Meski sepi peminat, dari segi fasilitas pendidikan, SDN Keramat dinilai sangat memadai. Sekolah baru saja mendapatkan bantuan meja-kursi baru serta laptop untuk siswa. "Kalau fasilitas baik, kami mendapat bantuan dari pemerintah," ujarnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags