Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui ketersediaan ruang laktasi di fasilitas publik dan perkantoran di Jakarta masih belum optimal. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berencana mendorong penyediaan ruang laktasi di setiap ruang publik yang akan dibangun.
"Saya juga mendapatkan banyak masukan untuk ruang laktasi di kantor-kantor terutama dan juga fasilitas publik yang dimiliki oleh Jakarta memang belum secara optimal," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (20/7/2026).
Meski demikian, Pramono mengatakan Pemprov DKI mulai menghadirkan ruang laktasi di sejumlah fasilitas publik baru. Ia mencontohkan Perpustakaan Nyi Ageng Serang yang baru diresmikan telah dilengkapi fasilitas tersebut.
"Tetapi Jakarta sekarang ini, contoh kemarin ketika saya meresmikan Perpustakaan Nyi Ageng Serang itu betul-betul ada ruang laktasi yang cukup baik. Karena memang itulah yang, sebagai kota global, tentunya kami juga mempersiapkan itu," ujarnya.
Pramono menegaskan penyediaan ruang laktasi akan menjadi perhatian Pemprov DKI ke depan. Menurutnya, setiap pembangunan ruang publik perlu dilengkapi fasilitas yang ramah bagi ibu dan anak.
"Jadi untuk ruang laktasi ini akan menjadi gerakan bagi siapa pun yang ingin membuka ruang publik, maka ruang laktasi juga dipersiapkan," ucapnya.
Ia menilai keberadaan ruang laktasi merupakan bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota yang ramah anak. "Karena Jakarta sekali lagi harus menjadi provinsi yang ramah, nyaman bagi anak-anak," imbuhnya.
Artikel Terkait
Pramono Dorong Fasos-Fasum Tak Terpakai Disulap Jadi RPTRA
Pramono Ajak Anak Jakarta Berani Bermimpi di Hari Anak Nasional
Kak Seto Usulkan Seksi Perlindungan Anak di Setiap RT di Jakarta
Pramono Anung: Anak Jangan Terlalu Banyak Tugas, Harus Punya Waktu Bermain