Misteri hilangnya Femas Yani Arianto (22), pemuda asal Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, saat mengikuti tur wisata ke Korea Selatan mulai menemui titik terang. Pemuda tersebut dilaporkan hilang sejak 28 Juni 2026 lalu, namun sempat ditemukan sedang beribadah di sebuah masjid di kawasan Gyeonggi-do pada Kamis dan Jumat pekan lalu. Sayangnya, tak lama setelah itu, Femas kembali menghilang dan keberadaannya belum diketahui hingga kini.
Pihak biro perjalanan yang memberangkatkannya, Berani Backpacker Sidoarjo, menduga Femas sengaja memisahkan diri dari rombongan demi mencari pekerjaan dan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) unprosedural atau pekerja ilegal di Negeri Ginseng. Berdasarkan keterangan pengelola biro perjalanan, Femas dinyatakan hilang sejak malam hari pada 28 Juni 2026 di Seoul. Awalnya, ia meminta izin kepada pendamping tur untuk pergi keluar membeli sepatu.
Perwakilan biro perjalanan, Wiki Arian, menegaskan pihaknya tidak tinggal diam. Mereka kini telah berkoordinasi intensif dengan aparat kepolisian Korea Selatan serta agen travel lokal setempat untuk melacak keberadaan Femas. "Yang bersangkutan per hari Kamis pekan lalu sempat ditemukan sedang di masjid di kawasan Gyeonggi-do. Pihak biro perjalanan kami kini telah bekerja sama dengan kepolisian dan agen travel setempat untuk terus melakukan pencarian," ujar Wiki Arian, Senin (20/7/2026).
Pihak Berani Backpacker juga menegaskan komitmennya untuk menanggung seluruh biaya tiket transportasi udara serta akomodasi kepulangan Femas ke Indonesia jika pemuda asal Madiun tersebut berhasil ditemukan kembali dalam kondisi selamat.
Artikel Terkait
Pemuda Madiun Hilang di Korea, Sang Ibu Kaget Ditagih Ganti Rugi Puluhan Juta
Keluarga Femas Ditagih Rp 50 Juta oleh Biro Travel Usai Anak Kabur di Korsel
Di Kuil Buddha, Mencari Cinta untuk Menyelamatkan Negara dari Krisis Kelahiran
Keluarga Femas Ditagih Rp 50 Juta oleh Travel Usai Kabur di Korea Selatan