Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengerahkan tim Kantor Wilayah Kementerian HAM Nusa Tenggara Timur dan staf khusus untuk memantau langsung bentrokan antarwarga di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. Bentrokan yang terjadi pekan lalu itu menewaskan sedikitnya tiga orang, melukai sejumlah warga, dan membakar puluhan rumah.
Tim di lapangan bertugas menggali kondisi masyarakat pascakonflik sekaligus mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung penyelesaian secara damai. Pigai menekankan pentingnya pendekatan yang sesuai dengan karakter masyarakat setempat.
"Berdasarkan pengalaman menangani kasus di sana, kami menilai pendekatan melalui solusi budaya jauh lebih efektif daripada pemolisian," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7/2026).
Menurut Pigai, pendekatan berbasis budaya dapat membantu membangun kembali kepercayaan masyarakat serta mencegah konflik serupa terulang. Pelibatan tokoh adat, tokoh agama, dan unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam proses penyelesaian.
Kementerian HAM akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan para tokoh masyarakat untuk memastikan penanganan berlangsung damai dengan tetap menghormati hak asasi manusia. Pemerintah berharap kondisi di Adonara segera kondusif sehingga warga terdampak dapat kembali beraktivitas normal.