Indonesia Ekspor 38,4 Ton Kopi ke China dan Maroko Manfaatkan Sistem Resi Gudang

- Senin, 20 Juli 2026 | 04:36 WIB
Indonesia Ekspor 38,4 Ton Kopi ke China dan Maroko Manfaatkan Sistem Resi Gudang

Indonesia kembali mengekspor kopi ke pasar internasional. Kali ini, dua kontainer kopi dengan total volume 38,4 ton senilai USD 227.443,2 dikirim ke China dan Maroko. Ekspor tersebut memanfaatkan Sistem Resi Gudang (SRG), sebuah mekanisme yang dinilai mampu meningkatkan daya saing komoditas nasional.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya mengatakan, SRG tidak hanya memperkuat posisi tawar petani, tetapi juga membuka akses pasar global yang lebih luas. "Pelepasan ekspor ini membuktikan implementasi SRG yang optimal mampu memperkuat daya saing komoditas Indonesia, meningkatkan nilai tambah produk, serta membuka akses pasar internasional yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7).

Rincian ekspor tersebut meliputi satu kontainer kopi Robusta Grade 2 seberat 19,2 ton senilai USD 71.040 yang dikirim ke Maroko, dan satu kontainer kopi Arabica Semi Wash dengan volume sama senilai USD 156.403,2 yang menuju China. Seluruh komoditas kopi berasal dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage.

Tirta menambahkan, akan ada ekspor lanjutan sebanyak delapan kontainer kopi Arabica Semi Wash dengan total volume 153,6 ton senilai USD 1.251.225,60 ke China. Ia menegaskan bahwa kopi yang disimpan melalui mekanisme SRG memiliki mutu terjaga dan mampu bersaing di pasar internasional.

Menurut Tirta, SRG bukan sekadar instrumen pembiayaan di dalam negeri, tetapi juga menjadi mata rantai yang menghubungkan petani dan pelaku usaha kopi Indonesia dengan pasar internasional. "Ke depan, Bappebti akan terus mendorong optimalisasi pemanfaatan SRG sebagai instrumen ekosistem logistik dan pembiayaan yang kuat di hulu dan hilir sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 9 Tahun 2006 jo UU No. 9 Tahun 2011. Melalui SRG, petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat, memperoleh akses pembiayaan yang mudah, serta jaminan kualitas dan kuantitas komoditas," ujar Tirta.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags