Dua warga negara China yang merupakan bagian dari jaringan narkoba internasional Malaysia-Indonesia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta. Keduanya kedapatan menyelundupkan psikotropika yang dikemas dalam kopi dan susu cokelat.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengatakan pengungkapan kasus ini dilakukan oleh tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Satgas NIC di bawah pimpinan Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury, bekerja sama dengan Bea Cukai Soekarno-Hatta.
"Pelaku dua orang pria asal China diamankan di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, pada Kamis (9/7) sekitar pukul 22.30 WIB," ujar Brigjen Eko Hadi dalam keterangannya, Sabtu (11/7/2026).
Kedua tersangka adalah Zou Lihua dan Zhang Shijie. Dari penggeledahan koper mereka, petugas menemukan 3,4 kilogram psikotropika. Hasil interogasi awal, Zou Lihua mengaku dikendalikan oleh seseorang bernama Yining melalui grup Telegram. Dia dijanjikan upah USD 500 untuk mengurus barang haram tersebut.
"Sebelum berangkat, Zou Lihua telah menerima uang muka sebesar USD 200, sekitar tanggal 18-19 Juni 2026. Saat itu Zou Lihua berada di Kamboja," kata Eko Hadi.
Zou Lihua diketahui sempat berada di Kamboja sejak September 2025 hingga Februari 2026. Di sana, dia diajak melihat-lihat peternakan hewan. Pada Maret 2026, dia pindah ke Malaysia, lalu ke Tiongkok pada Juni 2026. Bulan Juli 2026, dia kembali ke Malaysia atas perintah Qirin melalui Telegram.
Psikotropika Diambil dari Malaysia
Dari Malaysia, Zou Lihua terbang dari Chongqing menuju Malaysia, lalu melanjutkan perjalanan ke Indonesia. Setibanya di bandara Malaysia, dia diantar ke sebuah lokasi yang berjarak sekitar satu jam perjalanan. Di sana, dia mengambil psikotropika yang disimpan di kantong plastik bening dari ruang bawah tanah.
"Menurut pengakuannya, orang yang menjemput ciri-cirinya memakai topi, memakai masker, rambut pendek, dan tidak turun dari kendaraan," imbuh Eko.
Setelah menerima barang, Zou Lihua menemui temannya, Zhang Shijie, yang sudah berada di Malaysia. Zou mengatakan ada yang membiayai tiket pesawat secara cuma-cuma dan meminta Zhang menemaninya ke Indonesia. Zou Lihua memberitahu bahwa barang yang dibawa adalah alat kesehatan. Barang sudah dikemas sebelumnya.
Keduanya terbang ke Indonesia pada Kamis (9/7) pukul 20.35 waktu Malaysia. Sebelum berangkat, pengatur perjalanan sudah mengirimkan foto keduanya serta kode pengenalan 'VIP 8888' kepada penjemput di Bandara Soekarno-Hatta. Namun, sebelum penjemput tiba, keduanya keburu diamankan petugas.
Zhang Shijie sendiri mengenal Zou Lihua saat membuka restoran di Kamboja. Zou sering berkunjung ke tempat usaha Zhang. "Hubungan pertemanan sudah terjalin dan mereka berkomunikasi melalui aplikasi WeChat selama kurang lebih lebih dari setengah tahun. Komunikasi menggunakan WeChat dikarenakan aplikasi Telegram tidak dapat digunakan di wilayah Tiongkok," kata Eko.
Saat ini Zhang Shijie menetap di Malaysia untuk persiapan membuka usaha restoran. Dia mengaku tidak tahu bahwa barang yang dibawa Zou Lihua adalah psikotropika. "Zhang Shijie mengaku tidak mengetahui bahwa barang yang dibawa adalah psikotropika. Dia menduga barang yang dibawa Zou Lihua hanyalah berupa kopi atau minuman kemasan sachet biasa. Oleh karena itu, Zhang Shijie bersedia dititipi barang tersebut oleh Zou dan barang tersebut dimasukkan ke dalam koper milik Zhang Shijie untuk dibawa bepergian ke Indonesia," papar Eko.
Meski demikian, tim penyidik Bareskrim Polri masih mendalami keterangan keduanya. Saat ini penyidik terus mengembangkan jaringan di atasnya.
Artikel Terkait
Ruben Onsu Akui Kekhawatirannya Terbukti Saat Bertemu Thalia dan Thania di Bandara
Perpindahan Layanan Umrah ke Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Dipercepat
Bandara Soekarno-Hatta Mulai Terapkan Layanan Umrah Terpusat di Terminal 2F
Sabu 500 Gram Diselundupkan dalam Perut, Dua Kurir Diringkus di Bandara Soetta