Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan secara serentak di lima provinsi pada Jumat, 10 Juli 2026. Total anggaran pembangunan kelima bendungan tersebut mencapai Rp 9,79 triliun.
Peresmian utama digelar di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Empat bendungan lainnya diresmikan secara hybrid, yaitu Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.
"Pada siang hari ini, Jumat 10 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden RI, dengan ini meresmikan bendungan Meninting NTB, Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali," ujar Presiden dalam sambutannya.
Kelima proyek yang dibangun sejak 2015 hingga 2025 itu dirancang untuk mendukung ketahanan pangan, penyediaan air bersih, pengendalian bencana, dan swasembada energi hijau. Secara akumulatif, bendungan-bendungan ini mampu menyuplai air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, mereduksi potensi banjir seluas 932 hektare, serta menghasilkan potensi energi bersih dari PLTA sebesar 9,635 MW dan PLTS Terapung hingga 345,94 MW.
Selain itu, jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer juga dibangun untuk mengairi 39.540 hektare lahan pertanian warga.
Peresmian ini dihadiri sejumlah menteri, antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Artikel Terkait
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Rp 9,79 Triliun, Targetkan Bangun PLTS 100 GW
Prabowo Ingatkan Aparatur Negara: Semua Atribut Berasal dari Kepercayaan Rakyat
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Rp9,79 Triliun, Mulai dari Aceh hingga NTB
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Sekaligus, Dimulai dari NTB