Kebakaran Pengolahan Daging di Bogor, Diduga Akibat Penumpukan Lemak di Cerobong

- Jumat, 26 Juni 2026 | 10:10 WIB
Kebakaran Pengolahan Daging di Bogor, Diduga Akibat Penumpukan Lemak di Cerobong

Kebakaran melanda sebuah tempat pengolahan daging di Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat pagi. Api pertama kali terlihat saat proses pemanggangan daging atau pengovenan sedang berlangsung.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi, asap yang keluar dari cerobong terlihat lebih tebal dari biasanya. Tidak lama kemudian, percikan api muncul dari saluran ventilasi dapur.

"Tidak lama kemudian muncul percikan api di dalam saluran exhaust yang diduga berasal dari penumpukan lemak dan jelaga yang menempel pada dinding cerobong," ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.10 WIB. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian atas cerobong. Para pekerja di lokasi sontak menghentikan proses pemanggangan, memutus aliran listrik dan bahan bakar, serta berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

"Karena api belum dapat dipastikan padam seluruhnya, kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran," kata Yudi.

Laporan pun segera ditindaklanjuti. Kurang dari sepuluh menit setelah menerima laporan, petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan. Pemadaman difokuskan pada bagian yang terbakar dan titik-titik yang berpotensi menjadi sumber api agar tidak muncul kembali.

"Akibat kejadian tersebut, bagian exhaust atau cerobong mengalami kerusakan akibat panas dan api. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini," sebutnya.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh penumpukan akumulasi lemak, minyak, dan jelaga pada saluran cerobong. Tumpukan tersebut diduga tersulut oleh panas tinggi selama proses pemanggangan berlangsung.

"Situasi akhir api berhasil dipadamkan, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Yudi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.