IPOT Ajar Gen Z Investasi Lewat Game Mobile Legends di Turnamen eSports

- Kamis, 25 Juni 2026 | 10:30 WIB
IPOT Ajar Gen Z Investasi Lewat Game Mobile Legends di Turnamen eSports

Literasi keuangan yang selama ini dianggap sebagai topik berat dan membosankan bagi generasi muda coba diubah pendekatannya oleh PT Indo Premier Sekuritas (IPOT). Perusahaan sekuritas itu memilih jalur yang tak biasa: mengajarkan investasi melalui permainan Mobile Legends.

Pendekatan ini diperkenalkan dalam ajang Kapolda Jateng Cup 2026 yang digelar di De Tjolomadoe Convention Hall, Kabupaten Karanganyar. President Director and CEO PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The mengatakan, ada irisan yang cukup besar antara komunitas eSports dan investor muda yang kini menjadi tulang punggung pasar modal Indonesia.

Menurutnya, karakter yang dimiliki para gamer seperti kemampuan membaca data, disiplin, kerja sama tim, serta mengambil keputusan dengan cepat merupakan kemampuan yang juga dibutuhkan dalam dunia investasi.

"Karakter inilah yang juga dibutuhkan dalam investasi. Melalui edukasi dan teknologi AI, kami ingin membantu generasi muda mengubah kemampuan tersebut menjadi fondasi untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik," kata Moleonoto dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (24/6).

Langkah ini diambil di tengah masih adanya kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan di kalangan anak muda. Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2025, tingkat inklusi keuangan kelompok usia 18–25 tahun telah mencapai 89,96%. Namun, tingkat literasi keuangan mereka baru berada di angka 73,22%.

Dari Map Awareness hingga Item Build

Equity Analyst IPOT Brigita Kinari menjelaskan, konsep investasi dijabarkan menggunakan analogi yang akrab bagi para pemain Mobile Legends. Kemampuan map awareness dalam permainan, misalnya, disamakan dengan kemampuan membaca kondisi pasar dan risiko investasi. Sementara kemampuan menentukan waktu yang tepat untuk menyerang atau mundur dalam permainan dianalogikan sebagai keputusan membeli, menahan, atau menjual aset investasi.

Konsep item build juga digunakan untuk menjelaskan pentingnya diversifikasi portofolio. Pemain yang memilih kombinasi item sesuai kebutuhan karakter dinilai serupa dengan investor yang harus memilih instrumen investasi sesuai profil risiko.

"Di era AI, yang tertinggal bukan orang yang tidak punya uang, tetapi orang yang tidak tahu cara mengelola uangnya. Jika teknologi kecerdasan buatan mampu membuat seseorang menjadi lebih hebat dalam bermain game, maka teknologi AI yang sama seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membantu mereka membangun masa depan finansial," kata Brigita.

IPOT juga mengibaratkan saham sebagai Blade of Despair yang menawarkan potensi pertumbuhan tinggi namun memiliki risiko besar. Reksa dana dianalogikan sebagai tank atau support yang memberikan perlindungan dan keseimbangan portofolio. Obligasi digambarkan sebagai defense build yang menjaga stabilitas aset, sedangkan exchange traded fund (ETF) disebut sebagai top country pro build karena menawarkan diversifikasi secara instan.

AI untuk Investor Muda

Selain edukasi finansial, IPOT juga memanfaatkan momentum turnamen eSports untuk memperkenalkan berbagai fitur investasi berbasis kecerdasan buatan. Perusahaan memperkenalkan sejumlah fitur seperti AI Trading, AI Real-Time Cockpit, hingga LADI (Bandar Detection) yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan berdasarkan data dan mengurangi perilaku investasi yang didorong emosi atau fenomena fear of missing out (FOMO).

Melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian generasi muda, IPOT berharap literasi keuangan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang sulit dipahami. Sebaliknya, investasi dapat dipelajari dengan cara yang lebih relevan, interaktif, dan menyenangkan. Kolaborasi antara dunia eSports, teknologi AI, dan edukasi finansial ini sekaligus menunjukkan bahwa arena permainan tidak hanya menjadi tempat mencari gelar juara, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk membangun kesadaran finansial generasi digital sejak dini.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar