Bagi Aghniny Haque, bermain dalam film horor-misteri Bisikan Desa Gringsing bukan sekadar pekerjaan. Ada luka lama yang kembali ia rasakan saat mendalami karakter Hesti, seorang perempuan yang berjuang mencari ayahnya. Pengalaman pribadi sang aktris ternyata menjadi bahan bakar emosional yang kuat untuk perannya kali ini.
Film yang digarap oleh sutradara Ivander Tedjasukmana ini mengisahkan Hesti, yang terbangun di rumah sakit setelah percobaan bunuh diri. Ia nekat mencari ayahnya, Darmono, yang hilang misterius selama lebih dari seminggu. Petualangannya membawanya ke Desa Gringsing, tempat terisolasi yang dikutuk oleh arwah penasaran bernama Fatimah. Siapa pun yang mencoba keluar dari desa itu akan kehilangan nyawa.
Saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026), Aghniny mengaku karakter Hesti sangat dekat dengan dirinya. "Kalau Aghni sama Hesti tuh beda, ya. Kalau Aghni tuh emang nggak punya bapak," candanya santai, yang membuat lawan mainnya, Surya Saputra, ikut tertawa.
Di balik candaan itu, ada kisah yang menyayat hati. Ayah kandung Aghniny adalah warga negara asing keturunan Bangladesh-India yang bekerja sebagai pelaut. Ia meninggalkan ibu Aghniny saat aktris berusia 29 tahun itu masih dalam kandungan, tepatnya tiga bulan. Aghniny tumbuh tanpa sosok ayah, dan baru pertama kali bertemu ayahnya saat ia berusia 15 tahun di Malaysia, ketika sang ayah transit dari Vietnam.
Namun, pertemuan itu tidak berjalan seperti yang diharapkan. Karena sudah terlalu lama terpisah, Aghniny merasa canggung dan patah hati karena tidak ada ikatan emosional. "Waktu itu Aghni juga pernah mencari bapaknya, gitu. Tapi emang nggak pernah ada sosok bapaknya, jadi rasa itu yang aku kembangkan di sini," ungkap mantan atlet taekwondo nasional tersebut.
Kemampuan Aghniny mengubah pengalaman pribadinya menjadi akting yang mendalam menjadi salah satu daya tarik utama film produksi Mandela Pictures, Oceanus Media Global, dan Legacy Pictures ini. Ia beradu akting dengan Surya Saputra dan Fatmah Nahdi yang memerankan arwah Fatimah. Proses syuting menggunakan teknologi Virtual Production, hasil kerja sama sineas Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Bisikan Desa Gringsing akan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.