Danantara Mulai Konsolidasi dan Penataan Ulang Tata Kelola BUMN untuk Transformasi Ekonomi

- Rabu, 24 Juni 2026 | 20:30 WIB
Danantara Mulai Konsolidasi dan Penataan Ulang Tata Kelola BUMN untuk Transformasi Ekonomi

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai menjalankan peran strategisnya sebagai instrumen transformasi ekonomi nasional. Langkah awal yang ditempuh adalah konsolidasi dan penguatan tata kelola badan usaha milik negara (BUMN), yang dinilai menjadi fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas aset negara serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Salah satu agenda utama yang tengah dikerjakan adalah program governance reset, atau penataan ulang tata kelola BUMN. Program ini mencakup evaluasi menyeluruh terhadap kualitas aset, kebijakan akuntansi, sistem manajemen risiko, hingga standar tata kelola perusahaan agar selaras dengan praktik bisnis terbaik. Melalui Danantara Asset Management (DAM), pemerintah melakukan kajian terstruktur terhadap perusahaan-perusahaan BUMN yang berada dalam portofolionya. Tujuannya bukan hanya memperbaiki laporan keuangan, tetapi juga memastikan setiap aset negara mampu menghasilkan nilai ekonomi yang optimal.

Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas, mengatakan penguatan fundamental perusahaan negara menjadi bagian penting dari strategi transformasi yang sedang dijalankan.

"Danantara Indonesia berkewajiban melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kualitas aset, kebijakan akuntansi, serta disiplin tata kelola di seluruh portofolio. Governance reset ini adalah langkah penguatan fondasi agar neraca perusahaan mencerminkan kondisi yang aktual, prudent, dan kredibel," ujar Rohan.

Menurutnya, transformasi BUMN tidak hanya diukur dari besarnya aset yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi negara. Karena itu, Danantara mendorong perusahaan-perusahaan BUMN untuk memperkuat kualitas laba (earnings quality), meningkatkan EBITDA secara berkelanjutan, menjaga disiplin belanja modal, serta mempertahankan struktur permodalan yang sehat. Optimalisasi return on assets (ROA), peningkatan margin operasional, penguatan likuiditas, dan kemampuan memenuhi kewajiban finansial juga menjadi fokus utama. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan perusahaan negara yang lebih efisien dan kompetitif.

Konsolidasi BUMN Jadi Kunci Efisiensi

Selain pembenahan tata kelola, Danantara juga menjalankan program konsolidasi BUMN dalam skala besar. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menyederhanakan struktur perusahaan negara yang selama ini dinilai terlalu kompleks dan berpotensi menimbulkan duplikasi biaya. Berdasarkan laporan yang disampaikan Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani kepada Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 258 entitas BUMN telah berhasil dikonsolidasikan dari total sekitar 1.077 entitas yang ada saat ini. Dalam waktu dekat, proses tersebut akan diperluas dengan target konsolidasi sekitar 300 entitas tambahan.

Konsolidasi juga memungkinkan pemerintah memiliki pengelolaan aset yang lebih terintegrasi. Dengan struktur yang lebih sederhana, proses pengambilan keputusan investasi dapat dilakukan lebih cepat dan fokus pada penciptaan nilai ekonomi jangka panjang.

Dari Pengelola Aset Menjadi Mesin Pertumbuhan

Transformasi yang dilakukan Danantara tidak hanya bertujuan merapikan BUMN, tetapi juga mengubah aset negara menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo, Danantara turut membahas peluang pengembangan sektor-sektor strategis seperti pariwisata, industri kreatif, olahraga, hingga penyelenggaraan konser musik berskala internasional yang dinilai mampu menciptakan lapangan kerja dan menarik investasi baru.

Pemerintah memandang optimalisasi aset negara harus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Karena itu, aset-aset yang selama ini kurang produktif diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung investasi, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta memperluas penerimaan negara.

Bagi transformasi nasional, langkah yang dijalankan Danantara memiliki arti strategis. Selama ini banyak BUMN memiliki aset bernilai besar, namun belum seluruhnya menghasilkan produktivitas yang optimal. Melalui konsolidasi, penguatan tata kelola, dan peningkatan kualitas aset, pemerintah berupaya mengubah BUMN dari sekadar pemilik aset menjadi pencipta nilai ekonomi. Apabila agenda tersebut berjalan sesuai rencana, Danantara berpotensi menjadi katalis dalam membangun BUMN yang lebih efisien, sehat secara finansial, dan mampu memberikan dividen yang lebih besar bagi negara. Pada akhirnya, efisiensi dan revitalisasi BUMN diharapkan menjadi salah satu pilar utama transformasi ekonomi Indonesia menuju pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.