10 Muharam 1448 H Jatuh pada 25 Juni 2026, Ini Keutamaan Puasa Asyura yang Menghapus Dosa Setahun

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:15 WIB
10 Muharam 1448 H Jatuh pada 25 Juni 2026, Ini Keutamaan Puasa Asyura yang Menghapus Dosa Setahun

Bulan Muharam, yang menandai awal tahun dalam kalender Hijriah, menyimpan sejumlah keutamaan bagi umat Islam. Salah satu momen yang paling dinantikan adalah hari kesepuluh, atau yang dikenal sebagai Hari Asyura, sebuah hari istimewa dengan segudang keistimewaan spiritual.

Berdasarkan kalender Hijriah tahun 1448 H, tanggal 10 Muharam 1448 H bertepatan dengan Kamis, 25 Juni 2026. Pada hari yang dimuliakan ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, terutama menjalankan puasa sunah Asyura yang memiliki kedudukan khusus dalam ajaran Islam.

Puasa Asyura merupakan salah satu puasa sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Keutamaan ibadah ini dijelaskan secara gamblang dalam sebuah hadis riwayat Muslim.

Rasulullah SAW bersabda: "Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu." (HR Muslim)

Karena keutamaannya yang begitu besar, banyak umat Islam yang memanfaatkan Hari Asyura sebagai momentum untuk memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Selain puasa Asyura pada tanggal 10 Muharam, umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa Tasua pada tanggal 9 Muharam. Pelaksanaan kedua puasa ini secara berurutan merupakan sunah yang dianjurkan, sebagai bentuk pembeda dengan tradisi umat terdahulu. Jadwalnya, puasa Tasua (9 Muharam 1448 H) jatuh pada Rabu, 24 Juni 2026, sementara puasa Asyura (10 Muharam 1448 H) pada Kamis, 25 Juni 2026.

Di sisi lain, Hari Asyura tidak hanya dimaknai dengan berpuasa. Umat Islam juga dapat mengisi hari istimewa ini dengan berbagai amalan baik lainnya. Beberapa di antaranya adalah membaca Al-Quran, memperbanyak zikir dan doa, bersedekah kepada yang membutuhkan, menjalin silaturahmi, memperbanyak istighfar dan taubat, serta melaksanakan salat sunah.

Secara keseluruhan, Hari Asyura menjadi momentum bagi umat Muslim untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal saleh, menjadikannya lebih dari sekadar tanggal dalam kalender, melainkan sebuah kesempatan untuk meraih pengampunan dan keberkahan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar