Trump Balas Tuduhan Khamenei: AS Tak Putus Asa, Iran yang Terdesak

- Jumat, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB
Trump Balas Tuduhan Khamenei: AS Tak Putus Asa, Iran yang Terdesak

Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump membalas pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang menuduhnya bertindak karena putus asa dalam merundingkan kesepakatan damai. Trump justru membalikkan tuduhan tersebut dan menyebut Iran sebagai pihak yang berada dalam posisi terdesak.

"Kami tidak bertemu karena putus asa, Iran-lah yang begitu," tulis Trump melalui platform Truth Social, sebagaimana dilansir kantor berita AFP pada Jumat (19/6/2026).

Dalam pernyataannya, Trump tidak hanya meluapkan kekesalannya terhadap Iran, tetapi juga terhadap para kritikus di dalam negeri. Mereka menilai bahwa kesepakatan yang tengah dirundingkan justru lebih menguntungkan Teheran tanpa memberikan pengawasan yang memadai terhadap program nuklirnya. Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan memanfaatkan tenggat waktu 60 hari yang disepakati untuk merumuskan perjanjian jangka panjang.

"Mereka tidak akan mendapatkan uang, tidak sepeser pun!" tegas Trump dalam unggahannya.

Kritik terhadap kesepakatan itu datang dari dua kubu sekaligus, yakni Partai Republik dan Partai Demokrat. Keduanya menilai bahwa pelonggaran sanksi serta dana rekonstruksi sebesar 300 dolar AS yang ditawarkan kepada Iran merupakan langkah yang terlalu berisiko. Namun, Trump membantah keras anggapan tersebut dengan menyebut bahwa kekuatan militer Iran saat ini sudah sangat lemah.

"Perang telah melemahkan Iran! Negara ini tidak lagi memiliki Angkatan Udara, Angkatan Laut, Peralatan Anti-Pesawat, Radar, atau apa pun secara praktis, namun para Demokrat mengatakan bahwa keadaan Iran saat ini lebih baik dibandingkan empat bulan yang lalu. Bisakah Anda bayangkan lolos begitu saja??? Betapa bodohnya beberapa orang???," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social.

Sementara itu, Mojtaba Khamenei sebelumnya menyatakan bahwa Presiden Trump menggunakan berbagai titik tawar untuk mengamankan kesepakatan damai karena berada dalam kondisi putus asa. Meskipun demikian, Khamenei mengakui bahwa dirinya menyetujui kesepakatan dengan AS untuk mengakhiri perang, kendati memiliki "pandangan yang berbeda" terhadap prosesnya.

Dalam pernyataan yang dibacakan di televisi pemerintah Iran dan dilansir oleh Press TV serta AFP pada Jumat (19/6/2026), Khamenei mengumumkan bahwa nota kesepahaman atau MoU antara Iran dan AS telah resmi ditandatangani oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Trump. Ia memuji para pejabat Iran yang telah berperan dalam tercapainya kesepakatan tersebut.

"Dalam proses mencapai tahap ini, para pejabat, tentu dengan belas kasih dan niat baik, telah melakukan banyak upaya. Dan tentu saja, Presiden AS-lah yang, karena putus asa, menggunakan berbagai titik tawar untuk tujuan ini," ujar Khamenei dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (18/6).

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar