Stok Beras Nasional Aman untuk 10 Bulan ke Depan, Pemerintah Siap Mitigasi Dampak El Nino

- Jumat, 19 Juni 2026 | 22:45 WIB
Stok Beras Nasional Aman untuk 10 Bulan ke Depan, Pemerintah Siap Mitigasi Dampak El Nino

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa cadangan beras nasional berada dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sepuluh bulan ke depan.

Saat ini, stok beras nasional mencapai sekitar 5,2 juta ton. Jumlah tersebut belum termasuk potensi produksi dari tanaman padi yang masih berada di lahan, atau yang dikenal sebagai standing crop, yang diperkirakan mencapai 10 hingga 11 juta ton. Selain itu, cadangan beras yang tersimpan di rumah tangga, hotel, dan restoran juga ditaksir mencapai 12,5 juta ton.

Berdasarkan perhitungan tersebut, pemerintah meyakini ketahanan pangan nasional akan terjaga setidaknya hingga April 2027. Keyakinan ini semakin diperkuat oleh proyeksi bahwa Indonesia akan memasuki masa panen puncak pada Maret tahun depan, yang dipastikan akan menambah pasokan beras secara signifikan.

“Anggaplah yang terendah adalah 10 bulan ke depan, artinya sampai dengan April (2027), Juli (2026) sampai April itu, 10 bulan ke depan itu cukup. Sedangkan bulan Maret itu sudah panen puncak. Jadi dampak El Nino Godzilla, sebagaimana disampaikan oleh BMKG, InsyaAllah itu bisa kita mitigasi risikonya,” ujar Amran dalam program Newsline Metro TV, Jumat, 19 Juni 2026.

Sementara itu, Menteri Amran juga melaporkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi fenomena El Nino ekstrem yang diperkirakan terjadi pada tahun depan. Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan untuk menjaga produksi pangan nasional dan meminimalkan risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem.

“Kami sudah membangun embung, irigasi pompa, sumur dalam, pompanisasi, dan optimalisasi lahan, yaitu lahan rawa yang biasanya panen satu kali jadi dua kali dan tiga kali. Kemudian cetak sawah kita lanjutkan. Ini semua bisa memitigasi risiko. Sekali lagi InsyaAllah untuk pangan aman,” ucap Amran.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar