Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, pada Jumat, 19 Juni 2026, dengan membawa tiga tuntutan rakyat yang dikenal sebagai Tritura. Kedatangan mereka pada pukul 16.00 WIB, yang dikawal oleh mobil komando dan diiringi pembacaan Sumpah Pemuda, langsung menyita perhatian publik. Dengan mengenakan jaket almamater khas kampus reformasi itu, para mahasiswa membentangkan beragam spanduk yang memuat kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah.
"Skripsi saja ada revisi, kebijakan kok enggak?" demikian bunyi salah satu poster yang dibawa massa aksi. Spanduk lain bertuliskan "Indonesia Gawat Darurat," menegaskan suasana keprihatinan yang mendasari gerakan mereka.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa pihaknya telah bersiap menerima perwakilan mahasiswa untuk mendengarkan aspirasi yang akan disampaikan. Pernyataan itu disampaikan Dasco di lingkungan DPR pada Kamis, 18 Juni 2026, sehari sebelum aksi digelar.
"Besok sepertinya ada. Enggak apa-apa, ini kan mau diterima," ujar Dasco kepada wartawan, menegaskan keterbukaan lembaga legislatif terhadap dialog dengan para demonstran.
Menanggapi harapan mahasiswa untuk bertemu langsung dengan pimpinan DPR, Dasco memastikan bahwa rencana pertemuan tersebut telah dijadwalkan. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menjembatani penyampaian tuntutan secara langsung dan terstruktur.
Artikel Terkait
Prabowo Dukung Penuh Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026
BP3KP Sumatera III Tinjau Teknologi Sepablock untuk Percepatan Program Tiga Juta Rumah
Serangan Drone Ukraina Ganggu Pasokan Bahan Bakar di Belasan Wilayah Rusia, Krisis Meluas
Pimpinan DPR Terima Perwakilan Mahasiswa, Audiensi Bahas Tiga Tuntutan Aksi