Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa budaya kerja sektoral di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mulai dihapuskan, seiring dengan transformasi organisasi yang kini dinilai lebih fleksibel dan adaptif dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Dalam rapat kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Selasa (16/6/2026), Purbaya mengakui bahwa dua tahun lalu Kemenkeu belum bisa disebut sebagai organisasi yang lincah. Namun, saat ini, meskipun masih terdapat sekat-sekat antarunit, pihaknya terus berupaya meminimalkan hambatan tersebut.
“Apakah Kementerian Keuangan agile? Mungkin kalau Anda tanya dua tahun lalu, tidak. Kalau sekarang saya pikir sudah agile, walaupun masih ada silo-silo, kita kurangi semaksimal mungkin. Jadi sudah tidak seperti dulu lagi,” ujarnya.
Dalam konteks organisasi, mentalitas silo merujuk pada budaya kerja di mana setiap unit atau divisi beroperasi secara terpisah dan minim kolaborasi. Purbaya menjelaskan bahwa sebelumnya sejumlah direktorat jenderal di Kemenkeu kerap bekerja sendiri-sendiri, sehingga koordinasi tidak berjalan optimal.
Ia mencontohkan hubungan kerja antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang sebelumnya sulit dijalin, kini mulai menunjukkan perbaikan signifikan.
“Misalnya dulu Pajak dan Bea Cukai itu susah sekali kerja samanya. Sekarang sudah bisa dibereskan. Jadi kita dorong supaya kolaborasinya makin baik,” jelas Purbaya.
Sementara itu, persoalan mobilitas pegawai lintas direktorat juga menjadi sorotan. Menurut Purbaya, perpindahan pegawai dari satu unit ke unit lain kerap berjalan lambat karena masing-masing direktorat masih memiliki pola kerja yang tertutup.
“Ada kasus perpindahan pegawai dari Dirjen Anggaran ke Pajak, sulit sekali, karena masing-masing punya silo sendiri. Padahal di satu tempat ada kelebihan pegawai,” paparnya.
Ke depan, Purbaya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antarsatuan kerja agar seluruh unit di Kemenkeu dapat bergerak sebagai satu kesatuan organisasi. Ia menilai tidak perlu ada lagi ego di tingkat direktorat jenderal karena seluruh unit memiliki tujuan yang sama dalam mendukung kebijakan fiskal negara.
“Supaya bisa lebih sinergi, karena Kementerian Keuangan itu satu. Tidak perlu ada ego di satu kedirjenan. Nanti kita bereskan,” tegas Bendahara Negara itu.
Artikel Terkait
IMM Desak Presiden Evaluasi dan Cabut Tanda Kehormatan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana
Prancis Tutup 12 Stan Perusahaan Israel di Pameran Pertahanan Eurosatory, Hubungan Kedua Negara Makin Tegang
Rumah dan Toko Onderdil Motor di Citeureup Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Berbeda dengan Pemerintah dan Muhammadiyah