Penikaman Brutal di Belfast Picu Kerusuhan Anti-Imigran, Bus dan Mobil Dibakar Massa

- Rabu, 10 Juni 2026 | 16:15 WIB
Penikaman Brutal di Belfast Picu Kerusuhan Anti-Imigran, Bus dan Mobil Dibakar Massa

Sebuah aksi penikaman brutal yang dilakukan oleh seorang pria asal Sudan di Belfast, Irlandia Utara, memicu gelombang unjuk rasa anti-imigran yang berujung pada kerusuhan di sejumlah titik kota. Peristiwa mengerikan itu terekam dalam video yang memperlihatkan pelaku menyerang seorang pria di bagian kepala dan leher menggunakan pisau. Rekaman tersebut dengan cepat menyebar luas dan memicu kemarahan publik, terutama setelah seorang tokoh sayap kanan setempat menyebut serangan itu sebagai “upaya pemenggalan kepala.”

Dalam video yang beredar, tampak pelaku menindih korban yang tergeletak di jalanan dan terus menikamnya di area vital. Beberapa orang lain dalam rekaman itu juga terlihat berusaha mengamankan pelaku sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi. Hingga saat ini, motif di balik penyerangan tersebut belum dapat dipastikan oleh pihak berwenang.

Sementara itu, pada Selasa (9/6) malam waktu setempat, ratusan demonstran banyak di antaranya mengenakan penutup wajah berkumpul di berbagai wilayah Belfast. Aksi yang awalnya merupakan protes terhadap kehadiran imigran itu berubah menjadi ricuh. Sejumlah massa membakar sebuah bus dan beberapa mobil, serta memblokir ruas-ruas jalan. Tak hanya itu, sebuah bangunan dilaporkan terbakar setelah dilempari bom molotov, memaksa penghuninya dievakuasi.

Menanggapi situasi yang kian memanas, Menteri Pertama Irlandia Utara, Michelle O’Neill, mengecam keras aksi kerusuhan tersebut. Dalam pernyataannya melalui media sosial X, ia menegaskan bahwa tindakan sekelompok pria bermasker yang membakar rumah-rumah keluarga adalah bentuk kepengecutan yang menjijikkan. O’Neill pun menyerukan ketenangan dan mengimbau masyarakat tidak terprovokasi oleh kekerasan yang terjadi.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar