Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bisa Berjuang Sendirian Jika Perang dengan Iran Berlanjut

- Rabu, 10 Juni 2026 | 06:10 WIB
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bisa Berjuang Sendirian Jika Perang dengan Iran Berlanjut

Kekesalan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kian memuncak di tengah meningkatnya saling serang antara Israel dan Iran yang mengabaikan seruan pengendalian diri. Eskalasi terbaru ini memicu ketegangan diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya antara dua sekutu dekat tersebut.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah mencapai titik didih pada Minggu (7/6) setelah Israel melancarkan pengeboman mematikan di Beirut, ibu kota Lebanon. Iran, yang sejak lama mengaitkan kesepakatan damai dengan AS pada penghentian pertempuran di Lebanon, langsung merespons dengan gelombang serangan rudal yang diarahkan ke wilayah utara Israel. Situasi ini memicu reaksi cepat dari Gedung Putih.

Trump dilaporkan menghubungi Netanyahu pada Minggu malam dan secara langsung memintanya untuk tidak membalas serangan rudal Iran tersebut. Namun, permintaan itu diabaikan. Israel tetap melancarkan serangan terhadap Iran pada Senin (8/6) pagi waktu setempat, menargetkan sistem pertahanan udara Iran dan sebuah pabrik petrokimia. Iran kemudian membalas lagi dengan menggempur fasilitas serupa di Haifa serta menargetkan dua pangkalan udara Israel. Meskipun banyak rudal berhasil dicegat di langit wilayah Tepi Barat, tidak ada laporan korban jiwa dari kedua belah pihak.

Dalam wawancara dengan Axios, Trump mengaku telah memperingatkan Netanyahu tentang konsekuensi serius jika perang dengan Iran terus berlanjut. Namun, Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi Israel menegaskan bahwa Israel memiliki hak penuh untuk membela diri dan akan menggunakannya sebagaimana mestinya. Ia juga mengklaim bahwa setelah Israel menyerang rezim teroris di Teheran, tembakan di garis depan mulai terkendali karena Iran berhenti menyerang.

Netanyahu pun memberikan peringatan balik. Ia menyatakan bahwa jika Iran melakukan kesalahan dengan melanjutkan serangan terhadap Israel, pihaknya akan membalas dengan kekuatan penuh. Pernyataan ini menunjukkan sikap keras kepala Netanyahu yang justru memperlebar jurang perbedaan pendapat dengan Trump.

Media terkemuka AS, Axios, melaporkan bahwa Trump memberikan peringatan yang lebih tegas lagi. Mengutip sumber pejabat AS, Trump memperingatkan Netanyahu bahwa Israel akan berjuang sendirian jika kembali berperang melawan Iran. "Saya mengatakan, 'Bibi, sebaiknya Anda berhati-hati, atau Anda akan sendirian segera'," ujar Trump menyebut nama panggilan Netanyahu, seperti dikutip media lokal Israel dan dilansir Al Arabiya, Selasa (9/6/2026).

Peringatan keras ini disampaikan di tengah jeda saling serang antara Israel dan Iran setelah eskalasi paling serius sejak gencatan senjata pada awal April lalu. Sementara itu, perundingan tidak langsung untuk mencapai kesepakatan damai terus berlanjut. Trump, yang dilaporkan semakin frustrasi, sebelumnya telah menuntut Israel dan Iran berhenti "menembak" melalui unggahan di media sosial Truth Social. Ia juga menambahkan bahwa "negosiasi akhir" menuju perdamaian akan berlanjut "dengan catatan ketidaktahuan dan kebodohan menghalanginya."

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar