Anggota DPD Mirah M Fahmid Dorong Persiapan Matang Transisi Energi demi Target NZE 2060

- Selasa, 09 Juni 2026 | 09:45 WIB
Anggota DPD Mirah M Fahmid Dorong Persiapan Matang Transisi Energi demi Target NZE 2060

Perempuan Indonesia terus memperluas pengaruh mereka di berbagai sektor strategis, termasuk dalam merumuskan arah pembangunan nasional. Tidak hanya hadir sebagai pengambil keputusan, sejumlah perempuan juga aktif mengawal isu-isu masa depan yang berdampak langsung pada masyarakat dan daerah.

Salah satu figur yang menonjol adalah Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah M Fahmid. Dalam sebuah kesempatan, ia membagikan pandangannya mengenai urgensi persiapan transisi energi yang matang demi mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.

“Jadi Indonesia saat ini, as we all know ya. Kita itu ada target menuju net zero emission di 2060 atau lebih cepat dari itu. Jadi banyak sekali hal-hal yang harus dipersiapkan. Masa transisi itu adalah masa-masa yang paling menentukan. Apakah kita akan sukses mencapai titik Net Zero Emission nanti di 2060 atau tidak,” ujar Mirah M Fahmid.

Menurut Mirah, masa transisi menuju energi bersih merupakan fase krusial yang tidak boleh dianggap masih jauh. Ia menilai seluruh pemangku kepentingan perlu mulai melakukan berbagai persiapan sejak sekarang agar target tersebut dapat tercapai.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa isu energi tidak hanya berkaitan dengan sektor energi semata, tetapi juga menyentuh aspek lingkungan, sosial, hingga ekonomi. Karena itu, kebijakan transisi energi perlu dirancang secara menyeluruh dan mempertimbangkan kondisi masyarakat di daerah.

“Nah masa krusial inilah yang harus dipersiapkan secara berkesinambungan di seluruh sektor. Karena energi ini kan tidak hanya Kementerian ESDM saja yang punya. Tapi berbicara tentang energi itu tidak hanya berbicara tentang satu pilar saja. Kita berbicara di dalamnya ada pilar lingkungan, sosial, dan ekonomi,” katanya.

Berangkat dari pengalamannya sebagai peneliti ekonomi di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Mirah dikenal konsisten mendorong penyusunan kebijakan berbasis data dan riset. Sebagai anggota Komite II DPD RI yang membidangi sumber daya alam dan energi, ia aktif mengawal berbagai kebijakan strategis yang berkaitan dengan pembangunan daerah dan transisi energi nasional.

Melalui fungsi pengawasan parlemen, Mirah juga kerap menekankan pentingnya konsep transisi energi berkeadilan. Menurutnya, upaya menuju energi bersih harus memperhatikan dampak ekonomi di daerah, kesiapan tenaga kerja, hingga peluang lahirnya lapangan pekerjaan baru.

Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui dorongannya agar pemerintah daerah, khususnya di NTB, mulai menyusun peta jalan pengembangan green jobs atau lapangan kerja hijau. Ia menilai generasi muda perlu dipersiapkan agar mampu mengambil peluang dalam industri energi terbarukan dan sektor ekonomi berkelanjutan lainnya.

Bagi Mirah, target NZE 2060 tidak dapat dicapai dengan persiapan yang dilakukan menjelang tenggat waktu. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pihak untuk mulai bergerak sejak sekarang.

“Kalau kita terlena dengan yang kayak, ‘eh masih 30 tahun nih, masih 40 tahun’, that’s very wrong statement. Karena kita harus mempersiapkan diri untuk jalan cepat, lalu kemudian sustain semuanya dari hari ini sampai nanti kita capai titik Net Zero Emission itu,” tegasnya.

Kiprah Mirah M Fahmid menjadi salah satu potret kontribusi perempuan Indonesia dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Kisahnya menjadi bagian dari narasi yang mengangkat perempuan-perempuan inspiratif dari berbagai bidang yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan bangsa.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar