18 Ahli Waris Korban Banjir Bandang Aceh Utara Terima Santunan Kematian Rp270 Juta dari Kemensos

- Kamis, 04 Juni 2026 | 23:15 WIB
18 Ahli Waris Korban Banjir Bandang Aceh Utara Terima Santunan Kematian Rp270 Juta dari Kemensos

Sebanyak 18 ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Utara pada akhir November 2025 akhirnya menerima santunan kematian tahap kedua dari Kementerian Sosial. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Aula Sekretariat Daerah setempat, Lhoksukon, dan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Aceh Utara, H Ismail A Jalil.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Aceh Utara, Fakruradhi, menegaskan bahwa santunan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang tertimpa musibah. “Santunan ini merupakan wujud nyata kehadiran dan kepedulian negara di tengah masyarakat yang tertimpa musibah. Bantuan ini juga bagian untuk meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya di Lhoksukon.

Total nilai santunan yang disalurkan mencapai Rp270 juta, dengan masing-masing ahli waris menerima dana tunai sebesar Rp15 juta. Fakruradhi menjelaskan bahwa seluruh dana tersebut bersumber dari bantuan sosial Kementerian Sosial untuk Tahun Anggaran 2026. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa kehilangan anggota keluarga tidak dapat dinilai dengan materi. “Kami menyadari kehilangan anggota keluarga tercinta tidak dapat dinilai dengan materi sekecil apa pun,” katanya.

Proses pencairan dana jaminan pemulihan kebencanaan ini berjalan relatif cepat berkat koordinasi intensif antara jajaran Dinas Sosial PPPA Aceh Utara dengan kementerian pusat. Menurut Fakruradhi, koordinasi tersebut mencakup verifikasi dan validasi data korban secara faktual di lapangan. Para penerima manfaat merupakan ahli waris dari korban yang tersebar di tiga kecamatan terdampak, yaitu Kecamatan Samudera, Kecamatan Tanah Luas, dan Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Sementara itu, pemerintah daerah terus memperkuat mitigasi struktural dan kesiapsiagaan logistik guna meminimalkan risiko kedaruratan di masa mendatang. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah tersebut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar