Iran Bantah Klaim Trump Soal Pencabutan Blokade Laut, Sebut Pernyataan AS Tak Konsisten

- Minggu, 31 Mei 2026 | 08:00 WIB
Iran Bantah Klaim Trump Soal Pencabutan Blokade Laut, Sebut Pernyataan AS Tak Konsisten

Klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai pencabutan blokade laut terhadap Iran langsung dibantah oleh pihak Teheran. Mohsen Rezaei, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, menegaskan bahwa blokade tersebut masih berlangsung dan pernyataan Trump hanyalah pengulangan dari sikap yang dinilai tidak konsisten.

Pernyataan Trump sebelumnya disampaikan melalui media sosial pada Jumat (29/5/2026), di mana ia mengumumkan bahwa blokade laut terhadap Iran “sekarang akan dicabut.” Namun, keesokan harinya, Rezaei melalui platform X menyatakan bahwa kenyataan di lapangan berkata lain. “Amerika Serikat belum mencabut blokade laut terhadap pelabuhan Iran meski Presiden AS Donald Trump mengeklaim sebaliknya,” ujar Rezaei.

Rezaei juga mengungkapkan bahwa Trump akan membuat “keputusan akhir” dalam pertemuan di Situation Room Gedung Putih. Ia menuding presiden AS tersebut telah mengkhianati jalur diplomasi untuk ketiga kalinya. “Dengan melanjutkan blokade laut dan mengajukan tuntutan berlebihan dalam perundingan, ia sekali lagi membuktikan bahwa dirinya bukan pendukung dialog, tetapi memiliki tujuan lain,” kata Rezaei.

Ketegangan antara kedua negara ini bermula dari serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari terhadap sejumlah target di Iran, yang dilaporkan menimbulkan kerusakan dan menewaskan warga sipil. Situasi kemudian mereda sementara setelah AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April.

Namun, upaya perdamaian itu kandas. Pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. Sebagai respons, AS kemudian memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sebuah langkah yang hingga kini masih menjadi sumber sengketa baru di antara kedua negara.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar