Aliran Air di Bawah Jalan Lenteng Agung Makin Deras, Petugas Persempit Lajur Demi Keamanan

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:40 WIB
Aliran Air di Bawah Jalan Lenteng Agung Makin Deras, Petugas Persempit Lajur Demi Keamanan

Aliran air di bawah permukaan Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, terpantau semakin deras dan memicu kekhawatiran akan kondisi struktur jalan. Arus bawah tanah yang membawa material tanah dan bebatuan itu membuat petugas terpaksa mempersempit lajur lalu lintas demi menjaga keselamatan pengguna jalan yang melintas.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (30/5/2026), titik jalan yang sebelumnya amblas kini telah ditutup dengan pelat besi agar kendaraan tetap bisa melintas. Meski demikian, lubang di sisi bahu jalan masih terlihat jelas, memperlihatkan aliran air yang mengalir deras di bawah permukaan aspal. Air yang sudah bercampur lumpur itu tampak membawa serta serpihan tanah dan bebatuan kecil yang ikut hanyut terbawa arus.

Di dekat lubang aliran tersebut, berdiri sejumlah tiang internet dan tiang listrik yang berpotensi roboh jika struktur tanah di sekitarnya terus tergerus. Sebagai langkah antisipasi, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mengikat ketiga tiang itu dengan tali merah agar tidak ambruk dan membahayakan pengguna jalan.

Sementara itu, personel gabungan dari Dinas Perhubungan, Kepolisian Lalu Lintas, Satuan Polisi Pamong Praja, hingga PPSU berjaga di lokasi. Area di sekitar lubang telah dibatasi secara ketat menggunakan garis polisi, barier oranye, dan pagar proyek. Pembatasan ini membuat lajur yang bisa dilalui kendaraan menjadi semakin sempit, padahal sebelumnya ruas jalan sempat diupayakan tetap dibuka hingga tiga lajur.

Meskipun jalur masih dapat dilintasi, petugas terus memantau perkembangan struktur jalan dan kelancaran lalu lintas dari arah Lenteng Agung menuju Depok. Sebelumnya, peristiwa jalan amblas ini sempat memicu kemacetan parah pada Jumat (29/5) pagi, terutama dari arah utara ke selatan atau dari Pasar Minggu menuju Depok.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, Santo, menargetkan perbaikan saluran yang rusak dapat rampung dalam waktu dua hingga tiga hari. Perbaikan dilakukan secara bertahap agar ruas jalan tetap bisa dilintasi kendaraan, mengingat volume lalu lintas di kawasan tersebut tergolong padat.

“Kita percepatan dua hingga tiga hari untuk perbaikan saluran,” ujar Santo saat dihubungi pada Jumat (29/5).

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar