Gangguan Sistem Imigrasi Malaysia Selama Lima Jam Picu Antrean Panjang di Perbatasan Johor-Singapura

- Jumat, 29 Mei 2026 | 19:55 WIB
Gangguan Sistem Imigrasi Malaysia Selama Lima Jam Picu Antrean Panjang di Perbatasan Johor-Singapura

Puluhan ribu orang harus bersabar dalam antrean panjang di berbagai pos pemeriksaan imigrasi di Malaysia, termasuk di perbatasan darat Johor yang menghubungkan negara itu dengan Singapura, setelah sistem digital imigrasi mengalami gangguan selama lima jam.

Gangguan tersebut terjadi pada Kamis pagi, 28 Juni 2026, dan berlangsung dari pukul 04.30 hingga 09.30 waktu setempat. Akibatnya, petugas imigrasi terpaksa memproses warga Malaysia maupun wisatawan asing secara manual. Media lokal The Star melaporkan bahwa seluruh sistem berbasis komputer mati total selama periode tersebut, memicu kemacetan di titik-titik pemeriksaan utama.

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Malaysia mengatakan kepada The Star bahwa antrean panjang terjadi di kedua pos pemeriksaan darat Johor, terutama saat jam sibuk ketika puluhan ribu warga Malaysia berangkat kerja ke Singapura. “Kami harus mengerahkan kembali semua personel untuk mengoperasikan loket manual di aula bus, jalur sepeda motor, dan kendaraan,” ujarnya.

“Tidak hanya gerbang otomatis yang mati, sistem pengenalan wajah kami pun juga tidak berfungsi,” tambah pejabat tersebut.

Insiden ini merupakan gangguan sistem imigrasi besar kedua dalam waktu kurang dari satu bulan di Malaysia. Sebelumnya, pada 23 April lalu, kerusakan serupa menyebabkan ribuan pelancong terlantar selama sekitar dua jam. Gangguan pada Kamis pagi itu dilaporkan mempengaruhi sebagian besar dari 114 pos pemeriksaan imigrasi di seluruh negeri, yang mencakup 56 titik masuk melalui laut, 30 melalui darat, dan 28 bandara.

Pemerintah Malaysia pun mengerahkan personel keamanan tambahan untuk menjaga ketertiban di lokasi-lokasi terdampak.

Meskipun banyak pelancong menyebut gangguan dimulai pukul 04.30, Direktur Jenderal Departemen Imigrasi Malaysia, Zakaria Shaaban, mengatakan insiden tersebut sebenarnya terjadi sekitar pukul 05.00 dan berlangsung hingga pukul 08.45. Menurutnya, gangguan disebabkan oleh masalah teknis pada pusat data Sistem Imigrasi Malaysia (MyIMMs).

“Sistem tersebut kembali online setelah pekerjaan perbaikan dilakukan. Sistem tersebut tidak diretas. MyIMMs sudah berusia 30 tahun. Masalah pasti akan terjadi,” demikian pernyataan Zakaria yang dikutip oleh The Star.

Sistem MyIMMs direncanakan akan digantikan oleh Sistem Imigrasi Terpadu Nasional (NIISe) pada tahun 2028. Platform digital baru ini dirancang untuk memodernisasi kontrol perbatasan dengan mengintegrasikan verifikasi paspor, pemeriksaan visa, dan data pelancong ke dalam satu platform. Namun, Zakaria mengingatkan bahwa gangguan serupa mungkin akan kembali terjadi hingga sistem NIISe beroperasi penuh.

“Kami akan bertahan hingga sistem NIISe siap,” katanya, seperti dikutip oleh media lokal.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar