Amblesnya badan jalan di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, memicu kemacetan parah yang berlangsung sejak Kamis malam hingga Jumat pagi. Ruas jalan yang menghubungkan Pasar Minggu menuju Margonda dan Kelapa Dua, Depok, itu nyaris lumpuh akibat lubang besar yang menyisakan hanya satu lajur untuk dilewati kendaraan.
Berdasarkan laporan jurnalis Metro TV, Thiyya Iskandar, lubang amblesan memiliki diameter sekitar empat meter dengan kedalaman mencapai dua meter. Jalan yang semula memiliki tiga lajur kini menyempit drastis, hanya mampu dilalui satu lajur baik untuk mobil maupun sepeda motor. Kondisi ini langsung memicu antrean panjang kendaraan di kedua arah.
Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Sudin Bina Marga Jakarta Selatan, Ahmad, mengungkapkan bahwa gejala kerusakan sebenarnya sudah terlihat sejak dua hari sebelumnya. Saat itu, muncul lubang kecil yang sempat ditutup dengan aspal. Namun, penanganan sementara tersebut tidak cukup karena kondisi tanah di bawah jalan ternyata sudah kosong atau berongga.
"Sekarang di sisi yang masih dilewati ini hanya tersisa plat lantai jalan sekitar 25 sentimeter. Dia masih bertahan karena konstruksinya beton, sementara yang aspal langsung jatuh (ambles)," ujar Ahmad dalam Metro Siang, Jumat 29 Mei 2026.
Kemacetan yang terjadi disebut sangat parah. Warga sekitar menuturkan, untuk menempuh jarak hanya satu kilometer, pengendara membutuhkan waktu hingga satu jam. Padahal, dalam kondisi normal, perjalanan tersebut hanya memakan waktu beberapa menit.
Selain kemacetan, amblesan ini juga mengancam keselamatan pengguna jalan. Pada subuh dini hari, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) mengevakuasi sebuah sepeda motor yang terjebak di dalam lubang. Pengendara mengaku tidak melihat lubang karena kondisi jalan yang gelap.
Pihak Sudin Bina Marga Jakarta Selatan menyatakan bahwa penanganan darurat sulit dilakukan karena kerusakan bersifat struktural di bagian bawah jalan. Sumber masalah diduga berasal dari aliran air bawah tanah yang menggerus tanah penopang aspal.
Saat ini, Bina Marga tengah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mempertimbangkan penutupan total jalur tersebut. Langkah ini diambil demi keselamatan warga, mengingat getaran dari kendaraan besar dikhawatirkan dapat memicu amblesan susulan pada sisa lajur yang masih bertahan.
Warga dan pengendara diimbau untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan di kawasan Lenteng Agung hingga proses perbaikan total selesai dilakukan.
Artikel Terkait
WHO: Tingkat Kematian Ebola Bundibugyo Capai 50 Persen, Vaksin Baru Tersedia dalam Beberapa Bulan
AS Resmi Tetapkan Dua Geng Kriminal Brasil sebagai Organisasi Teroris, Lula Protes Keras
Polda Bali Siagakan Tim Urai Kemacetan Antisipasi Lonjakan Kendaraan saat Libur Panjang
Iran Mulai Persiapan Pemakaman Kenegaraan untuk Khamenei yang Tewas dalam Serangan AS-Israel