Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah, Warga Gendong Ibu Sakit yang Tak Bisa Jalan

- Jumat, 29 Mei 2026 | 18:00 WIB
Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah, Warga Gendong Ibu Sakit yang Tak Bisa Jalan

Kepanikan melanda kawasan padat penduduk di Tambora, Jakarta Barat, saat api melahap puluhan rumah pada Kamis malam. Di tengah kobaran api yang semakin membesar, seorang warga bernama Sujay (42) harus mengambil keputusan cepat untuk menyelamatkan orang tuanya yang sedang sakit dan tak bisa berjalan. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.47 WIB, ketika Sujay baru saja tiba di rumah setelah pulang kerja.

“Ya, kebetulan saya ada di rumah, pulang kerja, tapi api udah membesar. Karena itu api dekat, udah gede banget, saya nyelamatin orang tua saya dulu. Ke depan, lagi sakit dia,” kata Sujay saat ditemui di lokasi kebakaran, Jumat (29/5/2026).

Orang tuanya, menurut Sujay, baru saja menjalani cuci darah pada Rabu dan kondisinya masih lemah. Karena tidak bisa berjalan, Sujay terpaksa menggendong orang tuanya untuk keluar dari rumah yang mulai diselimuti api. “Digendong. Iya digendong dulu, baru agak jalan dikit ke sana, ke depan,” sambungnya.

Setelah memastikan orang tuanya berada di tempat aman, Sujay kembali ke dalam rumah untuk mengevakuasi sepeda motor miliknya. Saat proses evakuasi berlangsung, ia mendengar suara ledakan keras dari dalam bangunan. “Ada kayak itu pas saya evakuasi motor ya, setelah ibu saya keluar, evakuasi motor tuh ada ledakan kayak gitu, ada gas kayaknya. Itu udah gede banget apinya,” ujarnya.

Beruntung, sepeda motor yang nyaris ikut terbakar berhasil diselamatkan. “Alhamdulillah, selamat. Berapa meter lagi lah itu. Kayaknya berapa meter lagi, 5 meter kali ya,” katanya.

Meskipun seluruh anggota keluarganya selamat tanpa luka, Sujay mengaku semua pakaian dan barang berharga mereka hangus dilalap api. “Aman, alhamdulillah. Enggak ada yang luka sama sekali. Cuman pakaian semua habis semua,” tuturnya.

Di tengah kepiluan, Sujay berharap pemerintah dapat memberikan bantuan material untuk membangun kembali rumahnya. “Ya, harapan pemerintah ya mudah-mudahan bisa terbantu dengan alat-alat bangunannya, ya kan? Biar meringankan lah beban saya yang telah jadi korban kebakaran, itu aja,” katanya.

Sementara itu, data dari petugas di lapangan mencatat sebanyak 27 rumah hangus terbakar dalam peristiwa tersebut. Sekitar 250 jiwa dilaporkan terdampak. Api baru berhasil dipadamkan pada pukul 23.32 WIB setelah petugas pemadam kebakaran mengerahkan 21 unit mobil damkar ke lokasi kejadian.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar