Sejak pagi, gerai Agen BRILink milik Dede Elin di Kampung Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, tak pernah sepi dari kunjungan warga. Mereka datang silih berganti untuk mencairkan dana bantuan sosial yang disalurkan pemerintah, menjadikan tempat itu sebagai pusat transaksi keuangan utama di lingkungan perkampungan tersebut.
Gerai milik Elin ini melayani berbagai kebutuhan, mulai dari tarik tunai, setor uang, pembayaran tagihan, hingga pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Ide membuka usaha ini muncul setelah ia terinspirasi oleh saudaranya yang lebih dulu menjalankan bisnis serupa. Selain itu, Elin melihat peluang besar dari meningkatnya jumlah masyarakat yang membutuhkan layanan perbankan.
“Dari situ saya mulai sejak tahun 2020 sampai sekarang, berarti sudah enam tahun,” kata Elin kepada awak media, Kamis (14/5/2026).
Ia memilih bermitra dengan BRI karena prosesnya dinilai lebih mudah dibandingkan bank lain. Menurut Elin, BRI juga memiliki basis nasabah yang luas, termasuk hingga ke pelosok desa. “Di sini juga kan karena perkampungan, banyak juga petani-petani ikan yang menggunakan BRI atau juga pengusaha-pengusaha lainnya,” ujar perempuan berusia 45 tahun tersebut.
Mayoritas pengunjung gerainya adalah warga setempat dari berbagai kalangan. Elin mencontohkan para pedagang yang berjualan di pasar pada malam hari, lalu keesokan paginya mencairkan uang di tempatnya. Selain melayani pencairan dana, warung BRILink milik Elin juga menjadi tempat pembayaran token listrik, air, pulsa, hingga BPJS.
Setelah enam tahun berjalan, Elin mengaku usahanya berkembang positif. Ia merasa terbantu karena tetap memiliki aktivitas sehari-hari di gerai yang dekat dari rumah. “Jadi, saya ada aktivitas sendiri gitu kan, selain juga mengurus di rumah,” katanya.
Elin tidak hanya mengandalkan layanan BRILink. Ia juga memanfaatkan gerainya untuk berjualan kosmetik, dan seluruh transaksi usahanya kini terhubung dengan layanan BRI. “Jadi pembayarannya ya lewat QRIS, terkoneksi semua,” ujarnya.
Jumlah transaksi di warungnya kini mencapai sekitar 100 transaksi per hari. Angka itu jauh berbeda dibandingkan saat pertama kali dibuka pada 2020 lalu. “Di tahun 2020, 10 transaksi, lalu 20, 30, ada peningkatan. Sampai sekarang, 2 tahun ini alhamdulillah 100 transaksi,” kata Elin.
Keberhasilan usaha ini turut berdampak pada ekonomi keluarganya. Pendapatan dari agen BRILink membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah anak. “Kalau pendapatan buat saya alhamdulillah ya, bisa membantu untuk keluarga. Terus, memenuhi kebutuhan keluarga di rumah, terus anak sekolah,” ujarnya.
Tak hanya bagi keluarga, dampak positif juga dirasakan warga sekitar. Menurut Elin, keberadaan agen BRILink memudahkan masyarakat yang sebelumnya harus menempuh jarak jauh atau mengantre lama di bank. “Kalau ke bank, satu, jauh. Atau mungkin bisa juga antri lagi, gitu. Kalau ke BRILink kan mereka lebih dekat, yang warga sekitar sini aja,” jelasnya.
Ke depan, Elin berencana membuka cabang baru. Ia saat ini masih mencari lokasi yang cocok. “Saya lihat memang Agen BRILink itu membuka cabang juga di banyak tempat, yang lain. Banyak teman-teman buka cabang 1, 2. Karena prospeknya bagus, untuk terutama di wilayah pedesaan seperti ini,” imbuhnya.
Gerai milik Elin juga menjadi andalan warga dalam mencairkan bantuan sosial dari pemerintah. Dalam satu hari, ia bisa melayani hingga 200 orang yang melakukan transaksi pencairan, di luar transaksi reguler. “BRI juga membantu program yang untuk bantuan setiap 3 bulan sekali itu BLT ya, ada BPNT dan PKH gitu. Jadi pengambilannya ke sini,” kata Elin.
Salah satu warga, Eni (30), turut merasakan manfaat tersebut. Ia mencairkan uang bantuan PKH di gerai Elin dan mengaku terbantu karena prosesnya mudah dan cepat. “Kalau buat saya sih membantu, karena jaraknya dekat aja buat saya,” kata Eni usai melakukan transaksi.
Sementara itu, Kepala Unit BRI Kemang Kabupaten Bogor, Santi Fitriyanti, mengapresiasi perkembangan usaha Elin. Menurutnya, Elin cukup jeli melihat potensi layanan BRILink. “Karena beliau, beliau mungkin merasakan sekali ya atas manfaat dari agen BRILink ini kan, mungkin terlihat ya dari asetnya, sangat berkembang gitu,” katanya.
Santi menambahkan, wilayah Kemang Bogor memiliki potensi besar bagi pertumbuhan agen BRILink. Banyak warga yang tinggal jauh dari kantor bank, sehingga kehadiran agen menjadi solusi untuk mendekatkan akses perbankan. “Jadi mereka sangat bergantung dengan kehadiran agen BRILink ini untuk mengakses perbankan, untuk lebih dekat dengan mereka,” ujarnya.
Selain jarak, agen BRILink juga menawarkan fleksibilitas waktu operasional. Warga tetap bisa bertransaksi meskipun sudah sore atau malam hari. Santi menegaskan, agen BRILink banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mencairkan bantuan sosial karena prosesnya lebih cepat dibandingkan datang langsung ke bank. “Masyarakat lebih senang bertransaksi untuk penyaluran bantuan ini di agen BRILink karena lebih cepat,” imbuhnya.
Ia menegaskan komitmen BRI untuk terus memperkuat dan mengembangkan agen BRILink. Menurut Santi, agen-agen ini telah menjadi penggerak ekonomi lokal di tengah masyarakat. “Dengan adanya agen BRILink ini kita membantu menciptakan lapangan pekerjaan juga, terus membantu membuka usaha baru pastinya,” tegasnya.
Artikel Terkait
Satgas Desak Kementerian Percepat Administrasi dan Revisi Anggaran demi Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera
Prabowo Lanjutkan Kunjungan ke Austria dan Hungaria Usai Lawatan di Prancis
Wagub Rano Karno: Kebesaran Jakarta Diukur dari Toleransi, Bukan Hanya Gedung Pencakar Langit
Bahlil Penasaran dengan Lagu “My Little Bolu Ketan”, Akan Undang Penciptanya Makan Bersama