Sebanyak 40 hewan kurban disalurkan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) kepada masyarakat sekitar, komunitas sosial, dan berbagai unsur pendukung kawasan Pelabuhan Tanjung Priok dalam rangka merayakan Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026. Pendistribusian tersebut difokuskan pada masyarakat yang tinggal di wilayah Ring 1, komunitas sosial dan pendidikan binaan, kelompok pekerja, serta sejumlah institusi yang menjadi bagian dari ekosistem pelabuhan.
Bagi JICT, penyaluran kurban tidak diposisikan semata sebagai agenda tahunan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan yang sehat antara kawasan industri strategis nasional dan masyarakat yang hidup di sekitarnya.
Direktur Utama JICT Ade Hartono menegaskan bahwa keberlanjutan kawasan pelabuhan memerlukan hubungan yang harmonis antara aktivitas logistik, lingkungan sosial, dan para pemangku kepentingan di sekitarnya. “Pelabuhan dan masyarakat tumbuh dalam ruang yang sama. Karena itu, keberlangsungan kawasan logistik tidak hanya ditentukan oleh kelancaran operasional, tetapi juga oleh kualitas hubungan yang terbangun dengan masyarakat dan stakeholder di sekitarnya,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (27/5/2026).
Menurut Ade, kawasan pelabuhan modern memerlukan fondasi hubungan sosial yang kuat agar pertumbuhan ekonomi dan aktivitas perdagangan dapat berjalan secara seimbang. “Iduladha mengingatkan kita tentang nilai berbagi dan solidaritas. Dalam konteks kawasan pelabuhan, nilai itu diterjemahkan melalui hubungan yang saling menguatkan antara pelabuhan, masyarakat, dan seluruh unsur pendukung operasional,” tuturnya.
Distribusi hewan kurban mencakup lingkungan masyarakat sekitar Tanjung Priok, unsur sosial dan binaan, hingga institusi pendukung kawasan pelabuhan. Seluruh proses dilakukan melalui koordinasi dan finalisasi administrasi guna memastikan penyaluran berlangsung tertib, tepat sasaran, serta selaras dengan koordinasi Pelindo Group.
Sebagai simpul penting perdagangan internasional Indonesia, JICT memandang keberadaan pelabuhan tidak hanya berkaitan dengan arus barang dan konektivitas logistik. Lebih dari itu, pelabuhan juga harus menjadi kawasan yang stabil, harmonis, dan berdaya dukung sosial yang kuat. “Momentum Iduladha tahun ini menjadi salah satu ruang bagi JICT untuk menjaga harmonisasi antara aktivitas pelabuhan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya,” kata Ade.
Artikel Terkait
Siswa SMP di Bandar Lampung Nekat Tusuk Teman karena Kerap Dibully, Polisi Dalami Kasus
Masjid Agung Al Azhar Terapkan Besek Bambu untuk Kurban, Distribusi Bertahap Mulai Dua Tahun Terakhir
IMM: Pujian Berlebihan pada Pejabat yang Pilih Haji Reguler Tunjukkan Rendahnya Standar Etik
PDIP Jatim Bagikan 485 Sapi Kurban, Soroti 64,4% Pekerja Informal dan Rendahnya Konsumsi Daging