Seorang pria bernama Holik, warga Desa Sukajadi, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, ditemukan tewas bersimbah darah setelah diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh lima orang. Peristiwa tragis ini mengguncang warga setempat dan kini tengah ditangani oleh aparat kepolisian serta pihak TNI.
Menurut keterangan seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (26/5/2026), korban memang menjadi sasaran pengeroyokan. Ia mengungkapkan bahwa salah satu dari lima terduga pelaku merupakan oknum anggota TNI yang bertugas di wilayah Kecamatan Cimanggu, sementara empat lainnya berasal dari kalangan sipil. Meski demikian, warga tersebut tidak mengetahui secara pasti peran oknum TNI dalam aksi kekerasan itu.
"Setelah kejadian, banyak personel TNI yang turun ke lokasi. Entah itu untuk mengamankan salah satu pelaku, saya kurang tahu," ujarnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pandeglang, Iptu Alfian Yusuf, menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan empat orang warga sipil yang terlibat dalam kasus ini. Mereka berinisial N, D, R, dan S. "Saat ini kami sudah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Dua di antaranya adalah anak yang berhadapan dengan hukum," katanya.
Alfian menjelaskan, peristiwa berawal ketika salah satu pelaku merasa ketakutan setelah diikuti oleh korban. Rasa takut itu kemudian mendorongnya untuk memberitahu pelaku lain, dan mereka langsung mencari korban untuk melakukan pengeroyokan pada Sabtu, 5 Mei, sekitar pukul 22.30 WIB. "Akhirnya di salah satu warung, terjadi perkelahian dan pengeroyokan. Korban dengan inisial H bersimbah darah. Warga sekitar menolong dengan membawanya ke puskesmas terdekat, namun dalam perjalanan, saudara H meninggal dunia," ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, korban mengalami luka bacok dan luka benda tumpul di beberapa bagian tubuh. Luka bacok yang menembus paru-paru menjadi penyebab utama kematian. "Terdapat luka benda tumpul, kemudian luka benda tajam di kepala, tangan, dan badan. Yang paling fatal adalah luka benda tajam di punggung yang merusak paru-paru, sehingga korban meninggal dunia," jelas Alfian.
Namun, Alfian enggan berkomentar lebih jauh terkait dugaan keterlibatan oknum anggota TNI dalam insiden ini. Ia mengarahkan awak media untuk mengkonfirmasi langsung ke Denpom Serang. "Hal tersebut mungkin rekan-rekan media tanyakan kepada Denpom," pungkasnya.
Artikel Terkait
Artha Graha Peduli Salurkan Ratusan Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia, Masjid Istiqlal Jadi Salah Satu Prioritas
Presiden Prabowo Tiba di Paris untuk Kunjungan Kenegaraan, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Prancis
Selebgram Brunei Woodyrman Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Penganiayaan yang Tewaskan Warga Negara Brunei di Blok M
WN Brunei Tewas Setelah Dipukul Botol Kaca di Blok M, Sesama WN Brunei Jadi Tersangka